Penyelesaian Pembangunan
Jembatan Sungai Alalak Diharapakan Sesuai Target

Sahrujani mengharapkan, pengerjaan proyek pelebaran serta pembuatan siring saluran drainase yang ada di Handil Bakti ini bisa rampung sesuai jadwal.

BANJARMASIN, KP – Komisi III DPRD Kalsel melakukan evaluasi dan monitoring perkembangan pembangunan jembatan Handil Bakti dan pelebaran jalan penghubung Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala, termasuk pembuatan siring drainase.

“Segmen 1 dari pengerjaan ini kalau berjalan sesuai rencana, maka akan rampung pada bulan September mendatang,” kata Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H Sahrujani, usai meninjau pembangunan Jembatan Handil Bakti, belum lama ini yang melintas sungai Alalak, maka jembatan tersebut sering disebut jembatan Sungai Alalak.

Sahrujani mengharapkan, pengerjaan proyek pelebaran serta pembuatan siring saluran drainase yang ada di Handil Bakti ini bisa rampung sesuai jadwal.

“kontraktor juga harus bekerjasama dengan masyarakat sekitar yang terdampak pengerjaan pelebaran jalan,” tambah politisi Partai Golkar.

Hal senada diungkapkan konsultan kontraktor, Muhammad Taufik Qurrahman, yang mengharapkan partipasi masyarakat dalam proyek pelebaran jalan dan pembuatan siring saluran drainase.

Berita Lainnya
1 dari 856

“Kita harapkan partisipasi ini dengan membebaskan lahan yang terdampak dari pengerjaan proyek ini,” tambahnya.

Mengutip dari Kompas.com, jembatan ini merupakan satu di antara 12 jembatan cabled stayed yang tengah dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Infrastruktur konektivitas ini dirancang sepanjang 850 meter dan akan menggantikan fungsi Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun.

Secara teknis, jembatan ini dibuat untuk dapat dilintasi kendaraaan dengan tonase maksimal 10 ton dan diklaim lebih kuat dari Jembatan Kayu Tangi 1.

Kementerian PUPR menggunakan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp 278,4 miliar. Pembangunan dilaksanakan dengan skema Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Pandji, dengan pekerjaan tahun jamak (multiyears contract).

Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Mahendra Vijaya optimistis, progres pembangunan Jembatan Sei Alalak akan sesuai dengan target yang ditetapkan. “Insha Allah, Jembatan Sei Alalak yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala sekaligus menjadi ikon baru Provinsi Kalsel ini dapat diselesaikan sesuai target,” ujar Mahendra. Jika kelak nstruksi Jembatan Sei Alalak ini rampung pada 2021, maka akan dilakukan penghapusan (demolisi) Jembatan Kayu Tangi 1. Edge Beam Mirip Lego Berbeda dengan jembatan cable stayed lainnya, Jembatan Sei Alalak memiliki geometri melengkung dengan radius 225 meter.

Struktur melengkung ini dikonfigurasikan dengan sistem deck jembatan bermetode half slab precast (beton pra-cetak setengah lempengan) yang ditopang cross beam (balok silang) dan disangga dua edge beam (balok tepi). Sementara deck jembatan ditopang oleh cable stayed yang digantung dua pilon berbentuk asimetri. Infrastruktur konektivitas ini dirancang sepanjang 850 meter

Untuk membangun struktur balok tepi pra-cetak yang melengkung tersebut, dibutuhkan mutu beton yang sempurna dengan tingkat presisi dan akurasi struktur yang tinggi. Untuk itu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melakukan terobosan dengan mengubah tipe sambungan edge beam yang semula menggunakan tipe wet joint (sambungan basah pada balok beton pra-cetak), menjadi sambungan match cast yang tepat dan presisi. (lyn/net/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya