Talenan Kayu Banyak Diburu saat Iduladha

Banjarmasin, KP – Momentum Iduladha 1442 H menjadi berkah tersendiri bagi sejumlah pedagang. Banyak di antara mereka mengambil kesempatan menjual beberapa jenis barang yang berhubungan dengan suasana lebaran ini.

Salah satunya talenan atau cutting board yang berbahan dasar potongan pohon. Talenan ini kerap digunakan panitia kurban sebagai alas untuk memotong-motong daging.

Seperti Ibu Asum, warga jalan Sulawesi, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, yang menjual talenan dari kayu. Usaha ini sudah lama dilakoninya. Setiap tahun, saat Hari Raya Iduladha. Karena bisa meraih untung lebih banyak.

“Setiap Iduladha, banyak yang mencari talenan ini. Jadi, jauh-jauh hari stoknya ditambah. Alhamdulillah, lumayan lah keuntungnnya,” kata Ibu Asum, Rabu (21/7).

Menurutnya, setiap hari dirinya memang selalu menjual talenan. Namun, jumlah stoknya tidak sebanyak ketika memasuki Iduladha.

“Saat mendekati Hari Raya Haji, stoknya diperbanyak. Soalnya, banyak dicari panitia kurban. Talenan batang pohon ini saya datangkan dari Rantau, Angsana dan Tanah Bumbu. Harganya berbeda-beda, tergantung ukuran,” jelasnya

Berita Lainnya

Tabalong Kekurangan Obat dan Suplemen

1 dari 867

Ibu Asum merinci, harganya berkisar mulai diameter yang berukuran kecil Rp 10 ribu, ukuran sedang Rp 30 sampai 50 ribu, hingga yang paling besar Rp 75 ribu sampai Rp100 ribu.

“Bahannya juga macam-macam, seperti dari pohon nangka, ada pula dari pohon asam,” tutur Ibu Asum yang sudah 40 tahun berdagang.

Selain talenan kayu yang banyak dicari orang, ia juga menjual beberapa perlengkapan lain yang kerap digunakan warga Banjarmasin untuk menggelar acara masak-masak atau bakar sate bersama keluarga saat lebaran Iduladha.

Seperti, alat pemanggang, kayu arang, tusuk sate, kipas sate, termasuk bumbu rempah-rempah siap masak. Bahan perlengkapan seperti ini, kata Ibu Asum masih banyak dicari warga hingga beberapa hari ke depan setelah Iduladha.

“Kayu arang 1 kilo dijual Rp 5 ribu, tusuk sate 1 ikat isi 25 bilah harganya Rp 7 ribu, kipas sate Rp 10 ribu dan bumbu jadi Rp 10 ribu per bungkus,” bebernya.

Sedangkan, untuk alat pemanggang juga dijual Asum dengan harga bervariasi, tergantung ukuran dan bahannya yang terbuat dari besi (stainless) maupun aluminium.

“Harganya mulai Rp 25 ribu, Rp 50 ribu, Rp 75 ribu, hingga Rp 100 ribu. Ada yang buatan dari pengrajin di Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), ada juga berasal dari Pulau Jawa,” imbuhnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya