Dewan Sarankan Uji Klinis Khasiat Buah Limpasu

Ternyata Buah Limpasu mampu mengobati demam akibat infeksi, hasil menunjukkan bahwa dari ekstrak limpasu memiliki densitas 0,947 g/mL, kandungan asam asetat 2,79%, dan rendemen yang dihasilkan 48,77%.

BANJARMASIN, KP – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Firman Yusi menyarankan uji klinis khasiat buah Limpasu, yang diindikasikan mampu mengobati penderita Covid-19.

“Jadi khasiat buah Limpasu ini perlu diuji klinis agar terbukti dan tidak menjadi hoaks,” kata Firman Yusi kepada wartawan, kemarin, di Banjarmasin.

Hal ini terkait dengan buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) yang kini viral, karena disinyalir sebagai penyembuh atau penangkal Covid-19, sehingga banyak dicari masyarakat.

“Ini agar masyarakat tidak mempercayai khasiat obat yang belum ada kepastian uji klinis sesuai standar kesehatan,” tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Firman Yusi mengungkapkan, banyaknya buah hutan di Pegunungan Meratus yang berkhasiat untuk kesehatan atau pengobatan, bukan hanya buah Limpasu.

Artinya keanekaragaman buah buahan ini menjadi anugerah dan kekayaan alam bagi banua kita meski secara khusus belum bisa dibuktikan khasiat untuk penanganan pasien Covid-19.

“Di daerah ini kaya akan buah buahan untuk kesehatan meski untuk pengobatan covid perlu di kaji lagi,” ujar alumni Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Sebelumnya, Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), H Mansyah Sabri mengatakan, agar Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan uji klinis terhadap buah Limpasu tersebut.

“Jangan sampai nantinya menimbulkan kekeliruan penggunaannya atau menimbulkan dampak negatif atau efek samping bagi penggunanya dan rasa buah Limpasu kemasaman/keasamannya luar biasa,” kata Mansyah Sabri.

Diungkapkan, buah Limpasu memiliki tinggi kandungan vitamin c dan munculah dugaan cocok untuk pencegahan atau pengobatan covid 19 di masyarakat.

Berita Lainnya
1 dari 926

Obat demam

Mengutip dari Tribun Pontianak menyebutkan, tumbuhan limpasu (Baccaurea lanceolata) berasal dari Kalimantan.

Wikipedia menyebutkan tumbuhan ini berasal dari genus Baccaurea, tergolong dalam familia Phyllanthaceae.

Namun, limpasu populer di Kalimantan, karena sudah lama digunakan sebagai bahan komestika alam bagi perempuan Dayak Meratus, di Desa Loksado, Kalimantan Selatan.

Tumbuhan khas Kalimantan ini juga didapati di Sumatera dan Jawa Timur, serta Thailand, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Buah ini bentuknya bulat, bagian dalamnya tidak dimakan karena rasanya yang asam.

Ternyata Buah Limpasu mampu mengobati demam akibat infeksi, hasil menunjukkan bahwa dari ekstrak limpasu memiliki densitas 0,947 g/mL, kandungan asam asetat 2,79%, dan rendemen yang dihasilkan 48,77%.

Berdasarkan penelitian, buah limpasu memiliki manfaat untuk mengobati demam (karena infeksi), kesehatan kulit, dan antioksidan.

Buah limpasu dapat membuat kulit kita tejaga dan selalu sehat sehingga dapat terlihat selalu cantik.

Biasanya untuk obat jerawat buah limpasu yang hijau diparut kemudian ditambahkan bedak dingin terbukti nyata dapat menyembuhkan jerawat jerawat pada wanita muda.

Beberapa penelitian yang dilakukan membuktikan tumbuhan liar ini berpotensi untuk menjaga kesehatan kulit. Buah limpasu dipercaya dapat membuat kulit terjaga dan selalu sehat sehingga dapat terlihat selalu cantik. (lyn/net/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya