Intake Sungai Bilu Dangkal, Distribusi Bersih PDAM Turun Lima Persen

Sudah empat hari sejak 4 Agustus air baku Intake Sungai Bilu terjadi penurunan, sehingga proses pengambilan air baku tidak maksimal dan berkurang hingga 5 persen

BANJARMASIN, KP – Menyusul cuaca yang panas terus menerus, kini mulai berdampak pada air Sungai Martapura berubah warna Hijau Tasca. Hal tersebut sangat berpengaruh pada penurunan kwalitas Intake Sungai Bilu yang merupakan sumber air PDAM Bandarmasih mulai 4 Agustus terjadi pendangkalan.

Humas PDAM Bandarmasih, M Nur Wakhid, melalui pesannya di Whatsapp Group menjelaskan bahwa air baku PDAM saat ini sedang terjadi penurunan produksi yang dikarenakan kualitas air sungai Martapura.

Dibeberkan Wahid, sudah empat hari sejak 4 Agustus air baku Intake Sungai Bilu terjadi penurunan, sehingga proses pengambilan air baku tidak maksimal dan berkurang hingga 5 persen atau menjadikan penurunan distribusi dari 1500 kubik menjadi 1420 kubik.

“Terus terang kini produksi dan kualitas air baku PDAM Bandarmasih kini mengalami penurunan. Meskipun, hujan namun di bagian Hulu masih belum terjadi hujan,” tulis Wahid melalui Whats App, Sabtu (07/08/2021).

Dari pantauan di lapangan, Perubahan warna air sungai Martapura yang belakangan menjadi hijau Tasca dan pendangkalan Intake Sungai Martapura berdampak penurunan kadar Ph atau tingkat keasaman air tinggi, sehingga perlu penyesuaian standar kadar air.

“Dengan kondisi keasaman yang tinggi PDAM berupaya menambah soda AS untuk menaikan Ph. Kemudian untuk di Intake Sungai Bilu, kita upayakan pendalaman mulut intek agar terbuka saluran dan menambah infut boster Basirih,” bebernya.

Berita Lainnya
1 dari 3.587

Wakhid mengatakan produksi saat ini berdampak pada pengurangan distribusi ke pelanggan yang berada di seputaran RS Islam, Banyiur, Kuin Selatan dan Teluk Tiram.

Cuaca panas yang terus-terusan saat ini membuat Intake Sungai Bilu terjadi pendangkalan, sehingga proses pengambilan air baku tidak maksimal dan berkurang hingga 5 persen atau menjadikan penurunan distribusi dari 1500 kubik menjadi 1420 kubik.

“Produksi dan kualitas air baku PDAM Bandarmasih menurun. Meskipun ada hujan belakangan ini, namun di bagian hulu masih belum terjadi hujan,” katanya saat di konfirmasi melalui Whats App, Sabtu (7/8).

Kondisi cuaca itu juga, pantauan di lapangan warna sungai Martapura yang dijadikan sumber air baku saat ini sudah mulai menghijau dan terjadi penurunan kadar Ph atau tingkat keasaman air. Sehingga perlu penstabilan standar kadar air.

“PDAM berupaya menambah soda as untuk menaikan Ph. Kemudian untuk di Intake Sungai Bilu, Kita upayakan pendalaman mulut intek agar terbuka saluran dan menambah infut boster Basirih,” bebernya.

Dikatakan, bahwa produksi air bersih menurun dan wilayah pelanggan yang terkena dampak di seputaran RS Islam, Banyiur, Kuin Selatan dan Teluk Tiram.

Dengan ketidaknyamanan kondisi tersebut, Manajeman PDAM meminta maaf sebesar-besarnya. Dan bagi warga yang memerlukan air dalam jumlah banyak atau keperluan penting lainnya bisa saja hubungi fasilitas mobil tangki PDAM Bandarmasih tutupnya.

“Kepada pelanggan yang memerlukan air dengan mobil tangki bisa menghubungi Call Center PDAM Bandarmasih 0511 3252541. Dan WhatsApp Center 0811-5151-46,” katanya. (nar/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya