Jelang Hari Kemerdekaan, Pedagang Bendera Mulai Bermunculan

Sementara, untuk bendera umbul-umbul panjang 4 meter dijualnya Rp 30 ribu. Sedangkan, umbul-umbul bendera setengah lingkaran sepanjang 5 meter harganya mencapai Rp 150 ribu.

BANJARMASIN, KP – Setiap memasuki bulan Agustus, dimana warga Indonesia memperingati hari kemerdekaan negara ini, para pedagang bendera merah putih biasanya sudah mulai kebanjiran pembeli.

Seperti terlihat di kawasan Jalan Pangeran Samudera. Tepatnya di Taman Sari, Pasar Baru, Banjarmasin Tengah. Sejumlah pedagang musiman ini berjejer di pinggir jalan menawarkan ragam jenis pernak-pernik 17-an.

Harganya dijual bervariasi, mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung ukuran dan jenisnya. Pembeli yang datang pun bisa perorangan, ada pula dari instansi swasta atau pemerintahan.

Salah seorang pedagang di kawasan itu, Novi, mengaku telah puluhan tahun menjual aneka pernak-pernik untuk menyambut hari kemerdekaan RI.

Di lapaknya, dijual bermacam pernak-pernik yang kerap digunakan masyarakat memeriahkan 17-an. Mulai bendera, umbul-umbul, bendera bundar, balon plastik hingga nyiru yang bertuliskan tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan. Semuanya berwarna serba merah putih.

“Harganya macam-macam, tergantung besar dan kecilnya. Kalo bendera yang kecil untuk rumahan harganya mulai Rp 10 ribu, sampai yang besar Rp 75 ribu,” ujarnya, Selasa (3/8/2021).

Ada juga, lanjut Novi, bendera bundar merah putih bergambar burung garuda. Biasanya, lebih banyak instansi dan perkantoran yang membelinya.

Berita Lainnya
1 dari 924

“Kalo bendera bundar itu panjangnya sekitar 10 meter. Harganya sekarang Rp 300 ribu,” katanya lagi.

Sementara, untuk bendera umbul-umbul panjang 4 meter dijualnya Rp 30 ribu. Sedangkan, umbul-umbul bendera setengah lingkaran sepanjang 5 meter harganya mencapai Rp 150 ribu.

Jenis lainnya, seperti balon plastik merah putih dijual Rp 10 ribu sampai Rp15 ribu. Dan nyiru merah putih isi 6 buah seharga Rp 150 ribu.

Novi juga menceritakan, jika momentum perayaan hari kemerdekaan berakhir, sisa bendera yang tak laku terjual akan ia simpan, untuk dijual kembali di bulan Agustus tahun depan.

“Nanti kalau masih ada sisa, disimpan dan dibungkus dengan plastik, lalu diberi kapur barus biar tak dimakan rayap. Jadi, bisa dijual lagi tahun depan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Novi mengungkapkan menurunnya tingkat penjualan dalam 2 tahun terakhir, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Jika tahun-tahun lalu, kata dia lagi, bulan Juli penjualan sudah ramai. Namun, 2 tahun belakangan baru pada bulan Agustus orang mulai membeli.

“Iya, jualan tak seramai tahun-tahun sebelum pandemi. Boleh dibilang turunnya sampai 50 persen. Mudahan saja, tahun ini banyak laku terjual,” imbuh warga Teluk Tiram itu, seraya berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya