Mural Sindiran Bikin Satpol PP Gusar

Banjarmasin, KP – Usai viral di media sosial, mural sindiran penanganan pandemi Covid-19 yang ada di tembok pagar eks Pelabuhan Martapura Lama, Kota Banjarmasin membuat aparat penegak Perda setempat gusar dengan keberadaannya.

Alhasil, tulisan berlatar warna kuning terang yang berada di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Telawang, Kecamatan Banjarmasin Barat itu bakal diproses untuk dikembalikan seperti semula oleh Satpol PP Kota Banjarmasin.

Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin mengatakan, keberadaan mural tersebut memang tidak melanggar Perda. Namun, lantaran kata-kata yang ada dalam mural tersebut termasuk dalam kategori satir,

Sehingga membuat masyarakat yang membacanya memiliki interpretasi atau pemaknaan yang beragam.

“Kawan-kawan di lapangan akan kita suruh untuk melakukan tindakan dengan membersihkan dan pembenahan kembali di sana,” ucapnya saat ditemui awak media usai melakukan Apel Penyekatan PPKM Level IV di lapangan Kamboja, Banjarmasin, Rabu (18/08) siang.

Walaupun mural yang viral tersebut hanya berjumlah sedikit. Namun Satpol PP mengaku akan tetap melakukan melakukan pembersihan, dengan dalih untuk memperbaiki dan pembenahan.

Berita Lainnya

BIN Sasar Vaksin ke MAN

APBD 2022 Fokus Percepatan Penanganan Covid-19

1 dari 3.576

“Hanya satu jumlahnya. Insyaa Allah secepatnya akan kita benahi,” ujarnya.

Disamping itu, mantan Camat di Kecamatan Banjarmasin Timur itu mengaku bahwa pihaknya akan menelusuri hal yang berkaitan dengan mural tersebut. Baik dari kepemilikan tembok dan hal lainnya.

“Tapi sebelumnya kita lihat dulu, apa tembok itu milik pemerintah kota atau milik pribadi. Pada intinya akan kita cek ke lapangan dan secepatnya akan kita perbaiki,” pungkasnya.

Sebelumnya, mural tersebut viral di media sosial lantaran kalimat yang digunakan seakan menyentil penanganan pandemi Covid-19 di tengah kondisi pandemi masyarakat saat ini.

Dengan cat dasar berwarna kuning terang, tulisan ‘WABAH SEBENARNYA ADALAH KELAPARAN’ itu terlihat sangat jelas terbaca oleh warga, khususnya pengguna jalan yang melintas di depan pagar eks Pelabuhan Martapura Lama itu cukup menyentil pemerintah.

Selain dicat dengan warna yang terang, mural tersebut dilukis dengan ukuran yang lumayan lebar. Setidaknya empat petak pagar diblok untuk melukis mural tersebut.

Tidak hanya itu, di pojok bawah kanan mural itu juga tertulis kalimat sindiran yang meminta untuk membantu sesama. Yakni kalimat ‘RAKYAT BANTU RAKYAT’ dengan font tipis berwarna merah.

Kemudian di pojok kiri bawah juga tertulis kalimat ‘SENI BUKAN KRIMINAL’ dengan font tipis berwarna merah. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya