Ngakunya Nurut, Ternyata Masih Ngeyel

Banjarmasin, KP – Pengetatan yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) yang diterbitkan Wali Kota Banjarmasin tentang perpanjangan pelaksanaan PPKM Level 4 tak berjalan dengan benar.

Faktanya, berdasarkan pantauan Kalimantan Post di lapangan, surat edaran itu seperti dicueki oleh pelaku usaha.

Padahal PPKM Level 4 di Kota Banjarmasin, diperpanjang hingga 23 Agustus mendatang.

Itu dituangkan di surat edaran Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, yang dikeluarkan pada 9 Agustus lalu. Di situ setidaknya memuat 18 poin.

Salah satu diantaranya, operasional mall ditutup sementara waktu. Kecuali, tenant yang menjual kebutuhan sehari-hari dan obat-obatan.

Faktanya, seperti yang terpantau di Duta Mall Banjarmasin, Rabu (11/8) siang, surat edaran yang dikeluarkan itu rupanya masih dicueki oleh pihak manajemen mall.

Tenant yang bukan menjual kebutuhan sehari-hari dan obat-obatan masih tampak beroperasi.

Kemudian, rumah makan yang mestinya hanya melayani bungkusan, masih tampak menerima pengunjung makan di tempat.

Selain itu. Meski tampak sepi, wahana bermain di situ juga masih beroperasi dan melayani pengunjung. Bahkan, kereta bermain juga tampak memutari kawasan atrium mall.

Berita Lainnya
1 dari 4.452

Salah satu pengunjung mall, Iin mengaku mengetahui bahwa mall ditutup sementara waktu. Namun setelah melihat cuplikan di media sosial yang mengabarkan bahwa mall buka, dia pun mendatanginya.

“Tadi ada beberapa barang yang dicari. Mau beli sabun cuci muka, di tempat lain tak ada. Yang ada cuma di sini,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Rama. Pemuda asal Kecamatan Gambut ini mengaku datang ke pusat perbelanjaan terbesar di Ibukota Kalimantan Selatan ini juga gara-gara melihat story temannya di Instagram.

“Sedikit refreshing ke sini (DM). Karena dari story IG teman katanya masih buka. Makanya coba-coba datang. Ternyata masih buka,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Manajer Operasional Duta Mall Banjarmasin, Yenny Purnawati, menampik kondisi itu. Dia berdalih, pihaknya sudah menyesuaikan apapun aturan yang datang dari pemerintah. Termasuk perihal operasionalnya.

Dia juga mengklaim, Pemko Banjarmasin juga sering memonitor. Dan dari pihaknya sendiri juga kerap melaporkan bahwa pengunjung mall sejak PPKM diterapkan tidak pernah sampai 10 persen.

“Kalau terus-terusan berlangsung seperti itu, ya kami juga butuh diperhatikan. Keberlangsungan karyawan bagaimana, bisnis dan ivestasi bagaimana,” ucapnya.

“Yang penting fokus kami adalah penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat. Kami berkomitmen itu dilakukan. Sejak awal bahkan sebelum PPKM berlangsung,” tambahnya.

Di sisi lain, Yenny juga berharap penerapan prokes ketat tidak hanya dilakukan di tempatnya (mall). Tapi juga tempat keramaian lainnya.

“Jadi ya jangan cuma hulunya saja. Hilirnya juga, biar sama-sama saling menjaga. Biar tidak hanya di satu tempat ketat, tapi di tempat lain prokesnya longgar,” tandasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya