Pandemi Penjualan Semen PT ITP Meningkat 11,3 Persen

Kotabaru, KP – Kendati Situasi pandemi Covid-19 masih saja berlangsung, yang secara tidak langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara umum, dan hal tersebut dialami beberapa pelaku dunia usaha.

Namun kondisi itu rupanya tidak dialami oleh perusahaan Produsen Semen Tiga Roda PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. Itu terlihat dari penjualan pada semester pertama ditahun 2021, pada pertengan tahun, pertumbuhan volume penjualan secara keseluruhan meningkat sebesar 11,3 persen, dari penjualan domestik meningkat sebesar 8,8 persen, dan untuk penjualan ekspor yang juga mengalami peningkatan sebesar 513,4 persen. Untuk pangsa pasar pada Semester I tahun 2021 adalah 25,6 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Antonius Marcos selaku Direktur dan Corporate Secretary Indocement dalam siaran persnya. Dijelaskan olehnya, ada beberapa indikator keuangan yang meningkat yakni pada margin keuangan seperti laba kotor, EBITDA dan laba periode berjalan menunjukkan peningkatan yang disebabkan oleh pertumbuhan volume penjualan dan efisiensi operasional yang berkelanjutan.

“Untuk total dividen yang dibagikan tahun 2020 adalah sebesar Rp725 per saham yaitu terdiri dari dividen yang akan dibagikan pada Agustus 2021 sebesar Rp500 per saham dan dividen interim sebesar Rp225 per saham yang telah dibayarkan pada Desember 2020,” tuturnya menjelaskan, Selasa (03/08/21).

Sampai dengan 30 Juni 2021, katanya lagi, Indocement mempertahankan posisi neraca yang kuat dengan kas dan setara kas sebesar Rp8,1 triliun dan tanpa hutang (zero debt). Kemudian, membukukan volume penjualan domestik (semen dan klinker) secara keseluruhan sebesar 8,0 juta ton pada semester I tahun 2021 meningkat 642 ribu ton atau meningkat 8,8 persen dari periode yang sama tahun lalu yang menetapkan pangsa pasar perseroan menjadi 25,6 persen untuk semester I.

Berita Lainnya
1 dari 223

“Selain itu, volume penjualan perseroan di luar Jawa tumbuh sebesar 10,6 persen (pangsa pasar 15,7 persen) lebih tinggi dari pertumbuhan di Jawa sebesar 3,0 persen atau pangsa pasar 34,3 persen,” jelasnya.

Sedangkan pada peningkatan di luar Jawa terutama berada di Sulawesi dengan pertumbuhan volume penjualan sebesar 61,3 persen atau pangsa pasar 8,9 persen, didukung oleh proyek smelter di Konawe serta diikuti pertumbuhan penjualan di Kalimantan meningkat sebesar 15,7 persen atau pangsa pasar 22,3 persen dan Sumatera ada peningkatan sebesar 10,8 persen (pangsa pasar 13,1 persen).

“Pendapatan neto perseroan meningkat 8,0 persen menjadi Rp6.666,9 miliar dibandingkan semester I tahun 2020 sebesar Rp6.175,2 miliar yang terutama disebabkan oleh peningkatan volume penjualan,” imbuhnya lagi.

Dijelaskannya lebih jauh, semester pertama tahun 2021 telah memberikan signal yang positif terhadap pemulihan ekonomi namun sejak Juli dimana Indonesia kembali mengalami gelombang pandemi kedua yang diikuti oleh pembatasan mobilitas yang ketat dari Pemerintah, Covid-19 merupakan faktor ketidakpastian yang berkelanjutan pada pemulihan ekonomi.

Namun demikian, Indocement tetap optimis terhadap konsumsi semen domestik pada tahun 2021 dengan perkiraan pertumbuhan 5 persen dari tahun-tahun sebelumnya, konsumsi semen di semester kedua telah bertumbuh lebih dari 30 persen jika dibandingkan semester pertama. Tren yang sama diperkirakan akan berlanjut disebabkan oleh penyelesaian anggaran belanja pada akhir tahun pada proyek-proyek yang sedang berjalan, lebih banyaknya proyek-proyek infrastruktur dan swasta yang akan mulai di semester kedua serta sektor perumahan yang mendapat keuntungan dari insentif PPN untuk rumah baru, suku bunga yang lebih rendah, termasuk relaksasi pada rasio LTV/ FTV.

“Tentunya harapan akan pemulihan konsumsi semen tersebut pada akhirnya akan banyak bergantung pada tingkat penyebaran Covid-19 yang dapat dikendalikan dengan baik. Faktor lain yang juga membuat ketidakpastian berkenaan dengan tingginya kenaikan biaya energi baik harga pembelian batu bara maupun harga bahan bakar. Hal ini akan membutuhkan Perseroan untuk terus melakukan efisiensi baik dalam biaya produksinya maupun dengan berbagai inovasi untuk meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif di kemudian hari,” tandasnya. (and/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya