Pendapatan APBD 2021 Diproyeksikan Rp 1,6 Triliun

Sebelum penyampaian RAPBD, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina bersama pimpinan DPRD Kota menandatangani Nota Kesepakatan Bersama Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran (PPAS) 2022

BANJARMASIN, KP – Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Kota Banjarmasin tahun anggaran 2021 diproyeksikan sebesar Rp 1,6 Triliun.

Seluruh sumber pendapatan daerah tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 150 miliar lebih atau sekitar 9,76 persen persen dibanding pada APBD murni tahun anggaran 2021 yang ditetapkan sebesar Rp 1,5 miliar lebih.

Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarmasin tingkat I dengan agenda Penyampaian Pengantar Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Kota Banjarmasin tahun anggaran 2021 digelar Rabu (18/8/2021) kemarin.

Sebelum penyampaian RAPBD Perubahan tahun 2021 Walikota Banjarmasin Ibnu Sina bersama seluruh pimpinan DPRD Kota Banjarmasin menandatangani Nota Kesepakatan Bersama Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran (PPAS) tahun anggaran 2022 .Selain itu ditandatangani Perubahan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2021.

Walikota Ibnu Sina saat menyampaikan Raperda tentang Perubahan APBD tahun anggaran 2021 mengemukakan, seluruh pendapatan itu bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sebelumnya disepakati antara Pemko dengan dewan sebesar Rp 348,9 miliar.

Angka itu menurut Walikota Ibnu Sina mengalami kenaikan sebesar Rp 28 miliar atau 8,87 persen dibanding sebelum perubahan yang ditarget Rp 320,5 miliar.

Untuk pendapatan transfer pemerintah pusat diproyeksikan sebesar Rp 1.275 triliun atau naik Rp 55,7 miliar dibanding APBD murni sebelum perubahan sebesar Rp 1.2 triliun.

Berita Lainnya
1 dari 3.587

Sementara pendapatan transfer antar daerah diproyeksikan Rp 276 miliar atau naik sekitar Rp 79 miliar dibanding sebelum perubahan sebesar Rp 179 miliar.Sedangkan sumber pendapatan daerah yang sah lainnya diproyeksikan Rp 66 miliar.

Menyinggung kepwrluan belanja daerah, pada rapat paripurna tingkat I dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya didampingi Wakil Ketua HM Yamin, Matnor Ali dan Tugiatno ini. Walikota Ibnu Sina memproyeksikan sebesar Rp 1.9 triliun lebih atau meningkat sekitar 12,33 persen dibanding APBD murni yang ditetapkan sebesar Rp 1.7 triliun lebih.

Lebih jauh Walikota mengemukakan, ,bahwa permasalahan utama belanja daerah haruslah ditangani dan diselesaikan secara cermat dengan lebih mempertajam skala prioritas.

Menyadari urgensi tersebut tandasnya , Pemko Banjarmasin kemudian mencermatinya dengan menginventarisir berbagai permasalahan dalam pengalokasian belanja daerah pada APBD Perubahan tahun anggaran 2021 ini.

Dirincikan belanja diproyeksikan Rp 1.4 triliun. Diantaranya untuk belanja pegawai Rp 854 miliar, belanja barang dan jasa Rp 511 juta ditambah untuk keperluan belanja lainnya.

Sedangkan belanja modal diproyeksikan sebesar Rp 297 miliar. Seluruh anggaran itu disediakan untuk belanja modal tanah Rp Rp 27.2 miliar, belanja peralatan dan mesin Rp 61.2 miliar.

Selanjutnya, belanja modal pembangunan gedung dan bangunan Rp 50.9 miliar, belanja modal untuk perbaikan jalan,jaringan dan irigasi Rp 157 miliar dan belanja tak terduga Rp 13.3 miliar.

Walikota mengemukakan, prioritas anggaran per SKPD pada APBD Perubahan tahun anggaran 2021 untuk kebutuhan belanja modal meski ada beberapa SKPD mengalami kenaikan, namun sejumlah SKPD juga mengalami penurunan karena disesuaikan dengan kebutuhan.(nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya