PTM Dibuka Tunggu Status Level PPKM Turun

PTM atau proses mengajar dan belajar di sekolah kemungkinan akan dibuka jika setelah Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Banjarmasin Level IV tidak diperpanjang lagi

BANJARMASIN, KP – Kepala Dinas Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengatakan, belum bisa memastikan untuk melaksanakan kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Menurutnya, PTM atau proses mengajar dan belajar di sekolah kemungkinan akan dibuka jika setelah Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Banjarmasin Level IV tidak diperpanjang lagi.

” Atau status PPKM dari level 4 turun ke level 3 dan 2 menyusul harapan kita bersama melandainya pandemi virus corona (Covid-19) khususnya di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Hal itu disampaikan kepada {KP} beberapa hari lalu saat berada di Kantor DPRD Banjarmasin menghadiri pembahasan KUA/PPAS APBD 2022.

Sebelumnya ia menjelaskan, setelah sempat beberapa pekan sekolah di Banjarmasin terpaksa harus menghentikan kembali PTM karena sejumlah daerah di Kalsel termasuk Kota Banjarmasin ditetapkan PPKM dengan status level 4.

Berita Lainnya
1 dari 3.568

Menurutnya, akibat diterapkannya PPKM tersebut proses belajar mengajar kembali seperti awal ditetapkannya PSBB diberlakukan yakni secara daring atau online.

“Kita tunggu dulu bagaimana hasil PPKM Level nanti. Jika statusnya turun ke level 3 atau 2, PTM kembali kita gelar dengan protokol kesehatan yang ketat,” tandas Totok Agus Daryanto.

Totok Agus menilai, sebenarnya PTM untuk wilayah atau zona kuning dan hijau, lebih aman bagi anak didik dibanding mengikuti pembelajaran di rumah melalui sistem daring karena mendapatkan pengawasan para guru.

Di sekolah lanjut Totok menjamin siswa karena menerapkan protokol kesehatan ketat. Mulai masuk sekolah sampai proses belajar tatap muka diawasi secara ketat.

Menurutnya, ditemukannya beberapa kasus murid terpapar Covid-19 bukan dari sekolah, tapi rumah atau lingkungan pergaulan.

Selain memberikan jaminan atas peserta didik, Totok Agus juga memastikan tenaga pengajar atau guru sudah menjalani vaksinasi sebagai syarat utama PTM.

Disebutkannya, di Banjarmasin 87 persen untuk guru SD divaksin. ” Sementara guru SMP jumlahnya lebih banyak lagi yakni 90 persen lebih yang divaksin,” kata Totok Agus Daryanto. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya