Tabalong Sepakat Setor Deviden ke Bank Kalsel

Banjarmasin, KP – DPRD Kabupaten Tabalong sepakat atau setuju untuk menyetorkan kembali penerimaan deviden dari PT Bank Kalsel ke bank milik Pemprov Kalsel.

“DPRD Tabalong sepakat agar deviden yang diterima Pemkab setempat disetorkan kembali untuk menambah modal Bank Kalsel,” kata anggota Komisi II DPRD Kalsel, H Haryanto, belum lama ini di Banjarmasin.

Menurut Haryanto, kesepakatan untuk menyetorkan kembali deviden yang diperoleh ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Tabalong, H Jarni pada pertemuan dengan Komisi II DPRD Kalsel.

“Wakil rakyat Tabalong menyatakan sepakat agar penerimaan deviden dari hasil investasi pada Bank Kalsel disetorkan kembali sebagai penambahan penyertaan modal,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ditambahkan, penambahan penyertaan modal tersebut, mereka berharap dapat menambah persentase komposisi kepemilikan saham dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Tabalong.

“Ini menunjukan sikap DPRD Tabalong konsisten mendorong Pemkab setempat melakukan penambahan modal,” jelas Haryanto.

Berita Lainnya
1 dari 937

Hal ini dikarenakan berdasarkan penilaian dan pengamatan selama ini bahwa keuntungan daerah dari hasil penyertaan modal lebih menjanjikan jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya yang ada.

Untuk itu, agar keberadaan dari Bank Kalsel selama ini dapat terus terjaga, bahkan didorong untuk meningkatkan capaian target-target kinerja yang ada, sehingga fungsi dan perannya dapat terus dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat Kalsel.

“Komisi II mendorong kepada kabupaten/kota untuk berlomba-lomba menjadi pemegang saham prioritas pada Bank Kalsel, bahkan apabila memungkinkan beberapa kabupaten/kota dapat menggabungkan komposisi saham yang dimilikinya sehingga dapat menjadi pemegang saham pengendali,” jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel I, Kota Banjarmasin.

Sebelumnya, Kepala Bank Kalsel Cabang Tanjung Ahmad Riyadi menjelaskan modal inti Bank Kalsel secara keseluruhan Rp1,8 triliun, dan masih membutuhkan Rp1,2 triliun lagi untuk mencukupi persyaratan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sedangkan kepemilikan saham Pemkab Tabalong pada Bank Kalsel hingga saat ini mencapai Rp111 miliar atau 8,33 persen dari seluruh pemegang saham Bank Kalsel.

“Berdasarkan perhitungan dari kantor pusat bahwa potensi penambahan penyertaan modal yang perlu untuk didorong kepada Kabupaten Tabalong sampai dengan tahun 2024 sebesar Rp148 miliar sehingga total penyertaan modal Pemkab Tabalong pada tahun 2024 mencapai Rp260 miliar,” ujarnya.

Sedangkan besaran deviden yang dberikan Bank Kalsel kepada Pemkab Tabalong pada tahun 2019 Rp8,5 miliar dan 2020 Rp12,3 miliar. (lyn/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya