Vaksinasi Massal Berpotensi Jadi Klaster Penularan Covid

VAKSINASI massal di Banjarmasin berpotensi menjadi klaster penularan Covid-19, karena kegiatan yang dilaksanakan Gelanggang Olahraga (GOR) Hasanuddin HM menimbulkan kerumunan massa yang luar biasa pada Jumat (4/8) lalu.

Kerumunan massa tidak hanya memadati GOR yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari, namun juga jalan di sekitar lokasi tersebut.

Bahkan ribuan orang ini terkesan tidak memperhatikan protokol kesehatan, karena rela antri dan berkerumun hingga berdesakan agar bisa mendapatkan vaksinasi secara gratis yang dilaksanakan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Antusias masyarakat untuk mendapatkan vaksin agar terlindungi dari penyebaran Covid-19 justru berpotensi menyebabkan terpapar virus, mengingat tidak menerapkan protokol kesehatan ketat, baik penggunaan masker maupun jaga jarak.

Kegiatan vaksinasi yang menimbulkan kerumunan massa ini menunjukan ketidaksiapan penyelenggara, Pemko Banjarmasin dan Dinas Kesehatan untuk membatasi jumlah masyarakat, terlebih di tengah pemberlakuan PPKM level 4. Padahal vaksinasi kali ini merupakan pemberian dosis kedua yang dialokasikan 1.000 dosis.

Kejadian ini jelas disayangkan berbagai pihak, karena bukan kekebalan terhadap Covid-19 yang diperoleh, namun lonjakan kasus Covid-19 yang semakin tinggi, terlebih ada indikasi masuknya varian baru, Delta yang memiliki daya penularan lebih cepat.

“Jadi harus benar-benar protokol kesehatan ketat. Bahkan harus membiasakan menggunakan masker dua lapis, agar tidak terpapar Covid-19,” tegas Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA.

Berita Lainnya
1 dari 3.548

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin menyarankan agar pemerintah menambah tempat vaksinasi kepada masyarakat, tidak hanya di sejumlah fasilitas kesehatan seperti puskesmas, namun juga tempat lain.

“Jadi masyarakat tidak membludak di satu titik untuk mendapatkan vaksinasi,” kata Bang Dhin, panggilan akrab M Syaripuddin.

Ditambahkan, vaksinasi massal di GOR Hasanuddin HM atau tempat lain yang menimbulkan kerumunan massa harus menjadi bahan evaluasi, agar tidak terulang kembali.

“Karena ini sangat riskan, bahkan bisa menyebabkan kasus Covid-19 meningkat,” tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Selain itu, stok vaksin juga harus menjadi perhatian pemerintah, karena kemudahan dan jaminan mendapatkan vaksinasi juga menyebabkan masyarakat tidak mengejar lokasi vaksinasi gratis, sehingga menimbulkan kerumunan massa.

Lebih lanjut Bang Dhin mengingatkan, agar vaksinasi jangan sampai menjadi sumber klaster baru sehingga menuai kritikan ditengah antusiasnya masyarakat sadar bervaksin sehingga menimbulkan kerumunan.

“Jangan takut ikut vaksinasi dan ikuti standar prokes termasuk hindari penumpukan massa. Untuk itu pengaturan tempat, personil sampai jumlah orang yang di vaksin,” tegas Bang Dhin. (marliyana)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya