Beasiswa Untuk Anak Putus Sekolah dan Tidak Sekolah

Rantau, KP – Pemerintah Kabupaten Tapin kembali menerima bantuan beasiswa dari Corporate Sosial Reaponsability (CSR) PT Binuang Mitra Bersama. Untuk disalurkan kepada anak anak putus sekolah akibat terhimpit perekonomian di masa pandemi covid 19.

Secara simbolis bantuan beasiswa sebesar Rp33 juta rupiah CSR PT BMB di terima oleh Wakil Bupati Tapin H Syafrudin Noor dan di saksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Tapin Hj Ahlul Jannah. Rabu (1/9/2021) kemarin bertempat Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin.

Selanjutnya Wakil Bupati Tapin H Syafrudin Noor menyerahkan kembali perwakilan siswa dan siswi di sekolah di Kab Tapin.

Perwakilan PT BMB melalui Kepala Teknik Tambang PT BMB Giyarno mengatakan, bantuan beasiswa diberikan untuk anak putus sekolah dan anak tidak sekolah, agar para generasi muda di Tapin memiliki jenjang pendidikan yang setara, sehingga nantinya mereka dapat mencari pekerjaan sesuai dengan jenjang pendidikannya.

“Beasiswa diberikan untuk anak – anak putus sekolah dan tidak bersekolah lagi, khususnya yang terdampak covid-19,” Jelasnya.

Adapun bantuan berasal dari CSR Perusahaan program bidang pendidikan sebesar Rp33 juta rupiah dengan sasaran 23 anak didik yang putus sekolah maupun anak tidak sekolah tanpa kecuali.

Selanjutnya penyalurannya dana besiswakita serahkan kepada dinas pendidikan Kabupaten Tapin.

Berita Lainnya
1 dari 283

Wakil Bupati Tapin H Syafrudin Noor mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada perusahaan yang telah memberikan bantuan berupa beasiswa untuk anak-anak yang putus sekolah dan tidak sekolah di Kab Tapin.

“Ucapan terima kasih kepada PT BMB yang telah peduli terhadap dunia pendidikan untuk membantu anak yang putus sekolah dan tidak sekolah,” ucapnya.

Berharap dengan adanya bantuan beasiswa ini kepada anak – anak yang putus sekolah dan tidak sekolah nantinya mendapatkan pendidikan yang layak. Salah satunya dapat mengikuti sekolah kesetaraan baik itu paket B dan C.

Pada kesempatan ini pula mengajak kepada semua perusahaan di Kabupaten Tapin agar dapat lebih peduli dengan masyarakat sekitar, khususnya dunia pendidikan seperti yang terdampak covid-19.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kab Tapin Hj Ahlul Janah melaporkan anak – anak yang putus sekolah di Kabupaten Tapin yang saat ini mencapai 800-an anak.

“Di Tapin sendiri ada 800an anak yang tidak bersekolah maupun putus sekolah dari berbagai jenjang pendidikan,” katanya.

Menurutnya juga, anak – anak yang tidak bersekolah ataupun putus sekolah dikarenakan beberapa faktor, salah satunya terhimpit masalah ekonomi, khususnya dimasa pandemi covid-19 yang mana kebutuhan untuk bersekolah cukup tinggi untuk belajar daring.

Mudah-mudahan juga dari perusahaan perusahaan lain juga ikut andil dalam memajukan dunia pendidikan sehingga dapat meningkatkan SDM. (abd/K-6) 

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya