Hanya 16 Anak Yatim di Banjarmasin yang Dapat Bantuan Mensos

Banjarmasin, KP – Angin segar akhirnya datang anak-anak di Banjarmasin yang ditinggal orangtuanya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Pasalnya, mereka dikabarkan telah menerima bantuan langsung dari Menteri Sosial (Mensos) RI.

Di Kota Banjarmasin sendiri ternyata hanya ada 6 anak yang mendapat bantuan tersebut .

Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto menjelaskan, jumlah tersebut merupakan hasil verifikasi pihaknya atas data anak yang ada di link google form.

“Ada 16 anak. Bantuan diserahkan langsung oleh Ibu Mensos, Tri Rismaharini saat kunjungan kerja di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental Budi Luhur, Banjarbaru, Rabu (15/09),” ucapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (16/09) sore.

Iwan menjelaskan, sebanyak 16 anak yatim, piatu ataupun yatim piatu yang ditinggal orangtuanya meninggal dunia karena Covid-19 itu mendapat bantuan berupa uang. Disalurkan melalui salah satu Bank BUMN selama empat bulan berturut-turut.

Lebih rinci, Iwan menjelaskan, untuk anak usia sekolah mendapat bantuan uang sebesar Rp 200 ribu. Sedangkan anak yang berusia belum sekolah, mendapatkan bantuan uang sebesar Rp 300 ribu.

“Bantuan disalurkan sampai bulan Desember. Kita juga diminta terus mendata. Jadi kita kumpulkan secara berkala, lalu kita kirimkan ke Kementerian Sosial,” pungkasnya.

Berita Lainnya
1 dari 10

“Google Form itu akan selalu dibuka. Jadi bagi warga ingin mengusulkan akan terus kita tampung,” tambahnya lagi.

Disisi lain. Selain untuk keperluan Pemerintah Pusat, data tersebut juga akan menjadi data base penyaluran bantuan untuk Pemko Banjarmasin.

Pasalnya, selama ini Pemko Banjarmasin belum pernah memberikan bantuan kepada mereka dan hanya terpaku pada warga Banjarmasin yang terdampak Covid-19.

“Akan kita jadikan data base Pemko untuk langkah kebijakan Wali Kota memberikan bantuan apa yang cocok untuk mereka,” janjinya.

Sebelumnya, pada 9 Agustus 2021 lalu, Kemensos RI telah mengeluarkan surat instruksi yang ditujukan kepada Kepala Dinas Sosial masing-masing daerah untuk mendata jumlah anak yang terpaksa harus kehilangan orangtuanya akibat meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19.

Pengajuan ini memiliki tiga syarat, yaitu si anak merupakan Warga Kota Banjarmasin yang memiliki identitas kependudukan Kota Banjarmasin serta berdomisili di Kota Banjarmasin.

Kedua, kriteria anak yang dimaksud berusia maksimal 18 tahun, belum menikah dan belum bekerja.

Syarat ketiga, orangtua meninggal karena Covid-19 dengan melampirkan surat keterangan dari Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) wilayah. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya