Ketua Forsiladi Kalsel Inginkan Peran Mahasiswa di Tengah Masyarakat

Banjarmasin, KP – Sebagain seorang mahasiswa tak hanya sebagai penuntut ilmu di Kampus, dimana ilmu yang didapat nantinya sebagai bekal pribadi yang diamalkan di tengah masyarakat. Akan tetapi mahasiswa perlu juga pemikiran yang idealis, kreatif, kritis sehingga mampu menggiring pemikiran ditengah masyarakat dan bermamfaat kedepannya.

Terlebih saat ini, ditengah perkembangan dan arus globalisasi, ide serta pemikiran sangat diharapkan lahir dari mahasiswa agar penerus bangsa ini bisa membawa perkembangan kearah positif.

Dr Jarkawi,Dosen Senior Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari mengatakan, sangat disayang ilmu yang dimiliki mahasiwa dan dikembangkan dan tidak pula diterapkan dalam masyarakat. Dan itu sebuah kerugian yang sangat besar bagi diri seorang mahasiswa.

“Artinya, mahasiswa harus bisa bertindak sesuai ilmunya dan diterapkannya ke masyarakat,”kata Dosen Magister Ilmu Pendidikan di Uniska ini, Sabtu (11/9/2021).

Ketua Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi) Kalimantan Selatan ini juga menuturkan, apa yang harus mereka lakukan (Mahasiswa) agar mereka memiliki kemampuan yang diharapkan ?.

Berita Lainnya

Bakal Ada Banyak Kursi dan Lampu Taman

1 dari 3.541

“Program ‘Kampus Merdeka’ salah satu yang dianjurkan Menteri Pendidikan merupakan langkah yang menurutnya sangat efektif,”ucapnya.

Di contohkannya seperti yang dilakukan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi Bimbingan Konseling, Uniska MAB misalnya. Program tersebut dapat mengantarkan Mahasiswa dalam berkonstribusi, membuat perubahan, sambil mengembangkan diri.

Mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang disukainya. Kemudian, Mendorong mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna dalam memasuki dunia kerja.

Bahkan, Memberikan kesempatan bagi mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil dengan tujuan memberikan keleluasaan kepada mahasiswa dalam belajar di luar kampus. Tak kalah penting adalah Menjadikan mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling untuk lebih bersosialisasi dengan lingkungan di luar kelas.

“Dengan begitu kemampuan mahasiswa dalam manajemen Visioner, Inovator dan generator mudah dikuasai dan diterapkan ke masyarakat,” ucap Jarkawi, yang juga seorang pengamat pendidikan di Kalsel tersebut.

Disebutkannya pula, semuanya tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri’. Kekuatan yang merubah rule life system yakni Demokrasi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), serta Globalisasi.

“Harus dilakukan dengan kesadaran diri, meski itu berangkat dari sebuah anggan angan dan pemikiran. Jika tertanam keyakinan, mereka bisa melakukan. Sebab ditangan mereka regenerasi ditentujan,”pungkasnya (fin/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya