Narasi Perempuan Desak Rektorat Uniska Usut Serius Catcalling MRA

Banjarmasin, KP – Kasus catcalling yang dialami gadis berinisial MRA seorang mahasiswi Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) Banjarmasin, kini sedang jadi sorotan.

Terbaru, Aktivis dari Narasi Perempuan, Anna Desliani mengaku kecewa kasus seperti ini kembali terjadi, terlebih di kampus yang berlabel Islam.

Namun yang ia soroti soal langkah pihak kampus meminta MRA untuk melaporkan kasus tersebut ke bidang Kemahasiswaan.

Anna menyebut, mestinya pihak rektorat yang melakukan penelusuran untuk mengusut tuntas, bukan malah menyuruh korban melapor langsung.

“Karena untuk bicara aja korban sulit, apalagi harus melapor,” ucapnya saat dibincangi awak media belum lama tadi.

Berita Lainnya
1 dari 1.550

Dia secara tegas meminta pihak kampus harus belajar lagi terkait penanganan pelecehan seksual.

“Sebab sampai sekarang belum ada SOP (standar operasional prosedur) di kampus-kampus yang ada di Banjarmasin soal penanganan kasus kekerasan seksual,” ucapnya.

Ia juga menekankan, kasus ini jangan dianggap sepele. Rektorat harus serius dalam mengusut tuntas kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus.

“Pihak kampus harus mengusut kasus ini dengan cepat dan tegas dan harus ada aturan yang jelas,” tekannya.

Menurutnya, pendampingan seperti psikis hingga keamanan korban sangat perlu diberikan kepada korban. Selain itu, pemulihan juga mesti diberikan kepada pelaku.

“Rehabilitasi atau yang kami biasa menyebutnya dengan pemulihan ini harus diberikan, agar pelaku tidak lagi melakukan hal serupa,” pungkasnya. (zak/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya