Orang Tua Pelajar Pelaku Pelaku Tawuran di Siring Dipanggil Aparat

Waspada terhadap anak-anak dalam aksi tawuran ini, mereka ikut dalam aksi tersebut berasal dari Pelambuan,Teluk Tiram, Pekauman, Kelayan, mereka ini telah terbukti bersatu melakukan tawuran.

BANJARMASIN, KP – BSebanayak sebelas orang para anak-anak tawuran kembali diamankan oleh anggota Polsekta Banjarmasin Tengah, terhadap aksinya ini, dan semuanya dengan total yang diamankan sebanyaj 14 orang, Minggu malam (26/9/2021).

Mereka yang diamankan ini rata-rata masih duduk di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), hal inilah anggota Polsekta Banjarmasin Tengah, lebih giat lagi untuk melakukan penangkapan terhadap para pelaku tawuran di Jalan Piere Tendean maupun di Jalan Anang Adenansi Banjarmasin Tengah.

Hal ini dikatakan oleh Kapolsekta Banjarmasin Tengah, Kompol Susilo SIk didampingi Kanit Reskrim Iptu I Gusti Ngurah Utama Putra STrK, saat dikonfirmasi Senin (27/9/2021), bahwa kita akan melakukan pemanggilan terhadap para orang tua pelaku Tawuran.

Supaya mereka sebagai orang tua lebih waspada lagi terhadap anak-anak mereka yang ikut dalam aksi tawuran ini, mereka ikut dalam aksi tersebut berasal dari Pelambuan,Teluk Tiram, Pekauman, Kelayan, mereka ini telah terbukti bersatu melakukan tawuran.

Dimana dalam pemberitaan sebelumnya anggota Polsekta Banjarmasin Tengah, mengamankan terlebih dulu sebanyak tiga orang, lalu anggota mendapatkan pengakuan dari tiga orang yang terlebih dulu yang diamankan ini.

Tawuran antar kelompok remaja terjadi di kawasan siring Patung Bekantan atau perempatan Jalan Veteran dengan Jalan Kapten Piere Tanden depan kelenteng Soetji Nurani Banjarmasin Tengah, juga diikuti kelompok perempuan.

Hal inilah membuat warga penjalan kaki merasa was-was ketika melihat tawuran setiap hari Minggu, saat dibukanya Siring berada di Jalan Piere Tendean Banjarmasin Tengah, walaupun sudah ada yang diamankan oleh anggota Polsekta Banjarmasin Tengah, sebanyak tiga orang

Berita Lainnya
1 dari 3.707

Wahyu (48), juru parkir di Siring Patung Bekantan yang kebetulan melihat peristiwa tersebut mengatakan, tawuran kelompok remaja itu tidak hanya dari remaja laki-laki dan juga perempuan.

“Perempuan tadi ada juga, banyak yang tawuran tadi orangnya, tawuran itu memang tidak sering terjadi, namun yang dikhawatirkan dari adanya tawuran malah bisa mengganggu pengguna jalan, kasihan orang lewat nanti ada yang terkena,” ujarnya.

Sebab remaja tawuran tersebut sebagian saling lempar batu batako dan adu pukul dengan balokan kayu yang dibawanya, tadi saya lihat ada juga yang bawa sajat tapi cuman sebagai gertakan mungkin, kalau yang adu pukul kayu tadi di depan toko piston,” tuturnya.

Sebelum terjadinya tawuran ia sempat menegur para remaja tersebut agar pergi dari lokasi siring, saya bilang kalau mau berkelahi jangan disini, orang-orang yang cari usaha dan tempat wisata, saya sempat bingung dan heran melihat remaja masa kini dengan terang terangan menunjukan mau berkelahi.

Lantas melihat itu, saya pun berupaya untuk menasehati puluhan remaja tersebut saya bilang sama mereka kalau mau berkelahi tangan kosong (jangan pakai lading betampar aja) jadi tidak beresiko kalau ada sajam orang meninggal (bematian) nanti menyesal kalian,” nasehatnya.

Namun, nasehatnya itu tetap tidak dihiraukan sekelompok remaja yang tawuran tersebut, bahkan kata Wahyu saat mereka saling lempar batu, berbuntut ada pengguna jalan yang terjatuh, baik pria maupun perempuan sama saja, syukurnya tadi ada warga setempat yang membubarkannya, lumayan lama tadi tawurannya sekitar setengah jam.

Udin (55), warga sekitar yang berjualan di lokasi tersebut juga mengatakan, tawuran antar kelompok remaja tadi saling kejar dan tunjuk menunjuk, saya takut ini bisa terulang lagi bahkan ada yang nekat main senjata tajam nantinya, saya harap ada penjagaan di wilayah sini,” harapnya.

Tawuran itu menurutnya memang membuat takut pengguna jalan bahkan ia yang berjualan di lokasi itu saja harus mengamankan barang jualan agar tidak terkena dari perilaku remaja itu, mudahan tidak ada lagi, ini terjadi biasanya hari minggu dari pukul 10.00 sampai 11.00 WITA, itu jam jamnya sudah,” pungkasnya

Ditambahkan Kompol Susilo SIk, bahwa kita akan menaruh sejumlah anggota untuk menjaga keamanan supaya tak terulang lagi tawuran ditempat wisata yang banyak dikunjungi orang.(nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya