Pembangunan pimrewed (JPMD) Diharapkan Prioritas RPJMD 2021-2026

Banjarmasin,KP – Pembenahan infrastruktur diharapkan menjadi prioritas utama Pemko Banjarmasin dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjarmasin tahun 2021– 2026.

Masalahnya karena masih banyak terutama wilayah pinggiran hampir semua Kecamatan di kota ini yang menurut perhatian dari Pemko Banjarmasin.

Seperti peningkatan perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, atau titian dan infrastruktur lainnya yang saat ini dalam kondisi memprihatinkan

“Padahal Kota Banjarmasin sudah berusia 495. Namun pelaksanaan pembangunan di kota ini dirasakan warga. Terutama yang tinggal di wilayah pinggiran,” kata anggota Panitia Khusus (Pansus) Raperda RPJMD Kota Banjarmasin

DPRD Kota Banjarmasin H Abdul Muis.

Kepada {KP} Jumat (3/9/2021) Abdul Muis mengatakan, sebagai ‘Kota Seribu Sungai’ Banjarmasin tentunya memiliki banyak jembatan dan titian.

Anggota dewan yang duduk di komisi I ini mengakui, meski Pemko Banjarmasin setiap tahun menyiapkan anggaran untuk perbaikan infrastruktur, namun masih banyak jalan lingkungan, jembatan dan titian yang belum tersentuh perbaikan.

Berita Lainnya
1 dari 3.548

Kondisi kerusakan ini menurutnya, karena jembatan serta titian yang konstruksinya dari kayu ulin itu rata-rata sudah berusia puluhan tahun.

Dari pantauan kata anggota dewan dari F-PAN ini mengatakan, kerusakan jalan, jembatan dan titian yang menuntut perbaikan itu sebagian tersebar di wilayah Kelurahan Basirih dan Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan .

“Seperti di wilayah pinggiran Kuin Kacil dan Sungai Jelai sedikitnya sekitar puluhan jembatan di wilayah itu saat ini dalam kondisi memprihatinkan,” ungkapnya.

Menurutnya meski berada di kawasan pinggiran, namun sebagai kota yang terus mengalami perkembangan cukup pesat dengan arus lalu lintas yang semakin padat dengan tetap memperhatikan ciri kota seribu sungai, tuntutan untuk pembenahan infrastruktur jalan, jembatan atau titian haruslah dilaksanakan.

Abdul Muis menegaskan, penataan dan perbaikan jembatan dan titian kayu ulin wajib diprogramkan Pemko Banjarmasin demi menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dan demi pemerataan pembangunan.

Meski ia juga mengakui, karena terbatasnya beban anggaran tersedia tentunya untuk melakukanpembenahan dan perbaikan jembatan dan titian yang mengalami kerusakan tersebut harus diprogramkan secara bertahap.

Abdul Muis memaparkan, berdasarkan data sedikitnya ada sekitar 475 jembatan yang tersebar di wilayah Kota Banjarmasin, namun ia memprediksi baru sekitar 50 persen yang sudah diganti dan dilakukan rehab atau perbaikan.(nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya