Pengunjung Pasar Terapung Sepi Terpaksa Pindah ke Darat

Banjarmasin, KP – Bebagian orang mungkin beranggapan bahwa sebuah ‘Jukung‘ (sampan kecil) hanya bisa berjalan diatas air dengan cara didayung. Namun jangan salah jukung miliknya Fahrul (55) tahun ini bisa berjalan didarat dengan cara didorong olehnya.

Tentunya agar bisa berjalan dengan baik Fahrul menambahkan roda tepat ditengah bagian bawah pada lambung jukung.

Uniknya lagi jukung bisa berdiri sempurna sebab pada bagian depan ia tambahkan tungkai besi untuk tumpuan.

“Ketika mau jalan tinggal dorong saja,”katanya Minggu (26/9/2021)

Didalam jukungnya terdapat berbagai macam barang dagangannya dari buah-buahan seperti nenas, pisang, rambutan, jeruk, hingga kecapi. Bahkan ada pula kerajinan tangan, berupa miniatur jukung pedagang Pasar Terapung dan juga Tanggui (penutup kepala yang digunakan warga jika menaiki jukung).

Sebelumnya, sekitar dua puluh tahun dirinya seorag pedagang buah diperain Muara Sungai Kuin. Setiap harinya Ia mengayuh jukung miliknya dengan menawarkan beragam buah buahan kepada turis lokal maupun manca negara yang berunjung kekawasan Pasar Terapung tersebut.

Namun kini Pasar Terapung Muara Kuin kian redup tak seperti dulu lagi. Para wisatawan banyak beralih ketempat wisata lainnya.

“Ditambah masa sekarang pandemi covid-19 yang tak tau kapan berakhirnya membuat kami nasib pedagang buah diatas air yang mengguakan jukung kian tersisihkan,”ucapnya.

Berita Lainnya
1 dari 980

Melihat hal itulah Fahrul memutuskan untuk berjualan di darat, akan tetapi khas sebagai pedagang pasar terapung tetap digunakannya.

“Tujuannya supaya barang daganganya cepat laku, dan bisa berjalan keliing masuk kampung kekampung membawa buah-buahan yang dijual, ” ucap Fahrul.

Diceritakanya pula awalnya ingin membuat gerobak buah seperti kebanyakan pada umumnya, namun agar tak menghilangkan identitas, ia membuat gerobak dorong dari jukung.

Tak jauh dari penuturan Rahmad yang juga pedagang Gerobak jukung dengan membawa buah -buahan, dirinya baru setahun ini memulai usaha dimana sebelumnya seorang pedagang dimuara kuin berupa kue-kue khas banjar.

Sebelum Pandemi covid-19 berlangsung ada saja pembeli, meski tak seberapa. Dan ketika wabah tersebut ada dikota Banjarmasin hampir setiap hari barang dagangannya tak terjual.

“Saya harus putar otak demi menghidupi keluarga dirumah,”katanya.

Sejak Muara Kuin terus ditinggalkan pelancong, Pemko Banjarmasin bertindak. Pada 11 Januari 2020 lalu, diresmikan Pasar Terapung yang baru di dermaga Makam Sultan Suriansyah sebagai upaya pelestarian.

Sayang, Pasar Terapung Muara Alalak juga tak bertahan lama. Tak sampai setahun, akhirnya bubar. (zak/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya