Pertamina Minta Jembatan Sei Alalak Bisa Dilewati Armadanya

Menurut Moris, dengan curah hujan yang cukup tinggi saat ini, mobil angkutan Pertamina sangat kesulitan menembus jalan Gubernur Syarkawi untuk menyuplai BBM dan LPG ke wilayah Kalteng.

BANJARMASIN, KP – Jembatan Sei Alalak yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala akhirnya resmi dibuka untuk uji coba mulai hari Minggu (26/8) kemarin.

Lantaran masih dalam tahap uji coba, untuk sementara jembatan yang diklaim merupakan jembatan lengkung pertama di Indonesia tersebut hanya boleh dilalui oleh kendaraan umum roda 2 dan roda 4 alias mobil penumpang.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalsel, Syauqi Kamal, saat mengawasi langsung pembukaan jembatan, mengatakan, untuk kendaraan berat seperti truk dan mobil angkutan lainnya belum diperbolehkan.

“Kami mohon masyarakat dapat memahaminya. Jadi bagi yang belum boleh melintas tetap melalui jalur alternatif di Jembatan Sei Alalak 2,” terangnya, dikutip dari Media Indonesia.com

Terkait hal itu, Manager Pertamina MOR VI IT Banjarmasin F. Moris Wungubelen, mengharapkan ada pengecualian untuk mobil angkutan kebutuhan strategis, agar juga dapat melintas di jembatan Sei Alalak ini, khususnya untuk komoditas Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG).

Berita Lainnya
1 dari 973

Menurut Moris, dengan curah hujan yang cukup tinggi saat ini, mobil angkutan Pertamina sangat kesulitan menembus jalan Gubernur Syarkawi untuk menyuplai BBM dan LPG ke wilayah Kalteng.

“Karena itulah, kami minta agar kita juga bisa segera melewati jembatan Sei Alalak tersebut,” ujarnya, Senin (27/9) kemarin.

Ditambahkannya, armada Pertamina sering kesulitan menembus jalan Gubernur Syarkawi yang banyak kerusakan akibat curah hujan yang tinggi. Akibatnya, distribusi BBM dan LPG ke wilayah Kalteng menjadi sedikit terganggu.

“Selain itu, dari sisi biaya juga menjadi tinggi, karena kami harus memutar cukup jauh. Bahkan, mobil angkutan kami sering harus diderek akibat terjebak kubangan lumpur,” keluhnya.

BBM dan LPG sendiri merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus selalu tersedia. Karenanya, ia meminta pihak-pihak terkait mendukung upaya Pertamina agar bisa senantiasa menghadirkan BBM dan LPG secara tepat waktu dan cukup untuk masyarakat.

“Kita mohon bantuannya, salah satu caranya adalah memberikan kesempatan kepada mobil angkutan Pertamina agar bisa ikut segera melewati Jembatan Sei Alalak,” imbuhnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya