Polda Kawal Kontingan Atlet Kalsel

Banjarmasin, KP – Polda Kalsel mengawal kontingen atlet Kalsel pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2021, dengan memberangkatkan 20 personil dari satuan Brigade Mobil (Brimob).


“Kita menugaskan Satuan Brimob dipimpin komandan satuan (Dansat) Brimob Kalsel,” kata Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto kepada wartawan, usai paripurna dewan, Kamis (17/9/2021), di Banjarmasin.


Ditambahkan, Dansat Brimob ini akan memimpin 20 personil untuk pengamanan atlet Kalsel di PON Papua.


“Kita membantu mengamankan atlet beberapa cabang olahraga dari Kalsel, yang personilnya diambil dari Brimob gabungan,” tambahnya, usai paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK.


Sedangkan mengenai anggaran pengamanan sebesar Rp600 juta, menurut Rikwanto, itu ditanggung pemerintah daerah yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga.


“Kita tidak mengurusi soal anggaran, saat diminta bantuan, ya kita bantu,” ujar mantan Kadiv Humas Polri ini.


Termasuk jumlah personil hanya 20 orang apakah efektif untuk mengawal atlet Kalsel. Rikwanto menjelaskan, bahwa di Papua sudah ada pengamanan gabungan dari Mabes Polri, sementara pengamanan dari Polda Kalsel hanya untuk Kalsel saja, yang disana nantinya gabung lagi.

Berita Lainnya
1 dari 45


“Pengamanannya yang melekat di Kalsel, karena masing-masing Polda juga mengamankan kontingennya,” tegasnya.


Sementara itu, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalsel, H Suripno Sumas mengungkapkan, untuk pelaksanaan PON XX Papua ada kekhususan dibandingkan sebelumnya, mengingat situasi di Papua itu masih belum kondusif, sehingga setiap kontingen itu diwajibkan menyiapkan pengamanan daerah.


“Karena PON Papua ini ada kekhususan, maka pemerintah provinsi menyiapkan anggaran pengamanan sebesar Rp600 juta,” kata Suripno Sumas.


Jika bicara efektif atau tidak pengamanan itu, maka harus menyesuaikan dengan kondisi di keamanan di Papua. Jika ternyata keamanannya di Papua masih belum kondusif, maka dirinya menilai anggaran Rp600 juta itu belum cukup. Tapi jika kondisi Papua adem-adem saja, maka Rp600 juta itu cukup saja untuk kegiatan pengamanan kontingen tersebut.


“Pihak keamanan pasti melakukan koordinasi juga di Papua, karena selaku tuan rumah telah menyiapkan pengamanan selama pelaksanaan PON,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).


Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV, H Iberahim Noor, yang juga anggota Banggar menyatakan setuju saja ada pengamanan dari kepolisian itu sebagai langkah antisipasi mengamankan kontingen Kalsel yang akan berlaga di PON Papua.

Namun apakah pengamanan itu efektif atau tidaknya, pihaknya tak begitu mendalami persoalan pengamanan ini, karena itu kewenangannya pihak kepolisian.


“Kami setuju saja ada pengamanan dari daerah, karena di Papua juga ada pengamanan, sehingga ada koordinasi untuk pengamanan PON tersebut,” kata politisi Partai NasDem. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya