Wacana Pembangunan Jembatan Sungai Jingah Kembali Mencuat

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Tugiatno mengungkapkan, rencana pembangunan Jembatan Sungai Jingah diprogramkan ketika Walikota Banjarmasin dijabat Sofyan Arpan

BANJARMASIN, KP – Setelah nyaris tak terdengar lagi, wacana pembangunan proyek Jembatan Sungai Jingah yang sempat diprogramkan Pemko Banjarmasin kembali mencuat.

Hal itu menyusul selesainya proyek pembangunan Jembatan Alalak I yang menghubungkan Banjarmasin dengan Kabupaten Batola dan Kalimantan Tengah.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Tugiatno mengungkapkan, rencana pembangunan Jembatan Sungai Jingah diprogramkan ketika Walikota Banjarmasin dijabat Sofyan Arpan.

Namun baru sekitar dua tahun menjabat beliau meninggal dunia.

Selanjutnya ketika Midfai Yabani menggantikan Sofyan Arpan menjabat walikota, kemudian walikota dijabat Yudhi Wahyuni, lalu H Muhidin hingga Walikota Ibnu Sina proyek itu sampai sekarang tidak terealisasi.

Kepada {KP} Rabu (29/9/2921) kemarin ia berharap, pada periode kedua ini Ibnu Sina yang kembali menjabat walikota dapat merealisasikan rencana tersebut.

” Mengingat proyek ini penting sebagai salah satu solusi dalam rangka untuk mengatasi kemacetan, dimana arus kendaraan di Banjarmasin sudah sangat tinggi,” ujarnya.

Tugiatno mengungkapkan dari informasi diterimanya, Pemko beberapa tahun lalu sudah menyelesaikan pembuatan Desain Engineering Development (DED) terkait perencanaan pembangunan Jembatan Sungai Jingah dan menyerahkannya kepada Kementerian Pekerjaan Umum.

Lebih jauh Tugiatno mengemukakan, mengingat pembangunan Jembatan Sungai Jingah membutuhkan anggaran tidak sedikit tentunya memerlukan lama jika hanya mengandalkan APBD Kota Banjarmasin.

Berita Lainnya
1 dari 3.686

Karena itu ia berharap, sangat dibutuhkan pendanaan lain melalui APBD Pemprov Kalsel atau murni dibiayai pemerintah pusat melalui APBN.

Beberapa waktu lalu Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor juga mengakui, proyek pembangunan Jembatan Sungai Jingah mendesak direalisasikan.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sebelumnya mengakui, keinginan Pemko Banjarmasin untuk membangun Jembatan Sungai Jingah sudah lama diwacanakan.

Wakil Walikota Arifin Noor menjelaskan, rencana pembangunan jembatan Sungai Jingah yang membentang di atas Sungai Martapura saat ini sudah dimasukkan dalam penyusunan Raperda terhadap revisi Perda Nomor : 5 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banjarmasin.

Menurutnya, sesuai rancangan RTRW Kota Banjarmasin yang kini direvisi ada sekitar sebelas buah jembatan yang akan dibangun.

“Sebelas jembatan itu diantaranya Jembatan Sungai Jingah dan satunya lagi pembangunan jembatan di kawasan Sungai Andai,” kata Arifin Noor.

Dikemukakan, selaian pembangunan jembatan Pemko sesuai RTRW kini tengah merintis pembangunan jalan yang menghubungkan Jalan Pramuka hingga Tembus ke Handil Subarjo, Kabupaten Barito Kuala.

Arifin Noor menyebutkan, dalam tahun 2020 lalu, Pemko Banjarmasin sudah menyelesaikan pembangunan empat buah jembatan, yaitu Jembatan Sulawesi II, Jembatan HKSN, Jembatan Kelayan A Gerilya dan pembangunan Jembatan Gantung Pulau Bromo.

Ia mengemukakan, seluruh proyek infrastruktur berupa pembangunan jembatan itu semuanya dalam kerangka untuk mengantisipasi bukan hanya kelancaran transportasi darat, tapi juga transportasi sungai.

” Hal ini sejalan mewujudkan Banjarmasin Kota Baiman menuju Smart City yaitu memberikan kenyamanan bagi seluruh warga Banjarmasin,” tandasnya.

Wakil Walikota Arifin Noor rasa optimisnya, pembangunan Jembatan Sungai Jingah yang membentang diatas Sungai Martapura dan akan menghubungkan Jalan Kampung Melayu itu paling lambat terealisasi lima tahun kedepan.(nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya