Adaptasi Digital Sasar UMKM

Eko menjelaskan, digital payment merupakan metode pembayaran yang dilakukan melalui teknologi digital untuk mempermudah transaksi secara online.

BANJARMASIN, KP – Proses adaptasi dan perubahan pola transaksi jual beli kini menyasar kalangan pengiat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), agar bisa mengantisipasi pandemi Covid-19.

“Jadi aktivitas dan transaksi keuangan yang berlangsung mulai menyasar pada transaksi online, termasuk UMKM,” kata Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banjarmasin, Eko Prihariyanto Wibowo, kemarin.

Menurut Eko, proses adaptasi dan perubahan pola transaksi jual beli yang menyasar kalangan pegiat UMKM menjadi salah satu fokus Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalsel melalui KPP Pratama Banjarmasin.

“Kita perlu mengenalkan transaksi digital untuk perubahan dan adaptasi di tengah pandemi Covid-19,” tambahnya, usai kegiatan “Business Development Service II”, yang mengusung tema “Adaptasi dan Berubah, Demi UMKM Berkembang, Indonesia Maju”.

Ditambahkan, kegiatan ini memperkenalkan pembayaran digital atau digital payment pada Satuan Kerja dan UMKM, sehingga transaksi bisa dilakukan secara langsung.

Eko menjelaskan, digital payment merupakan metode pembayaran yang dilakukan melalui teknologi digital untuk mempermudah transaksi secara online.

Transaksi online akan secara otomatis langsung memotong tabungan nasabah selaku konsumen ketika melakukan pembelian produk UMKM.

Berita Lainnya
1 dari 977

“Pembayaran ini telah dilengkapi dengan SSL atau Security Socket Layer, yang merupakan sistem keamanan ganda dan penggunaan PIN yang hanya diketahui oleh yang bersangkutan,” jelas Eko.

Dengan metode tersebut, transaksi yang berjalan akan sangat aman.

Pihaknya, menurut Eko, juga menjembatani dan mendorong pengenalan digital payment untuk kemudahan transaksi antar stakeholder sesuai dengan langkah percepatan digitalisasi pemerintah daerah dalam mendukung program pemulihan ekonomi.

“Ini akan lebih memudahkan pemasaran produk UMKM, mengingat pembayaran bisa dilakukan secara online melalui digital payment tersebut. Jadi pembeli dan UMKM dimudahkan bertransaksi,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Sekdako Banjarmasin, Doyo Pudjadi mengapresiasi KPP Pratama Banjarmasin untuk mengenalkan digital payment, karena akan memudahkan UMKM mendapatkan proyek atau tender.

“Kalau dulu, sejumlah tender justru dimenangkan pihak luar, dan adanya digital payment ini memungkinkan UMKM ikut serta dalam sejumlah proyek pengadaan di daerah,” jelas Doyo.

Diakui, kesempatan bagi UMKM lokal akan lebih terbuka, sehingga perputaran uang berada di wilayah Kalsel, bukan ke luar daerah. “Ini juga berlaku untuk UMKM memenangkan tender ataupun penunjukan langsung bagi pengadaan makanan dan lainnya,” tambahnya.

Bahkan, digital payment juga memungkinkan UMKM mendapatkan pekerjaan ataupun memasarkan produknya lebih luas, mengingat proses pembayarannya jauh lebih mudah.

“Mudah-mudahan dengan penggunaan digital payment, UMKM di Banjarmasin bisa lebih berkembang,” ujar Doyo. (lyn/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya