Bupati Resmikan Musala Hasil Swadaya Pegawai

Pelaihari, KP – Bupati Tanah Laut (Tala) HM Sukamta meresmikan Musala Al Syahriani dari hasil swadaya pegawai serta para staf Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan (Diskopdag) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Tala. bertempat di Halaman Samping Kantor Diskopdag, Selasa (26/10/2021).

Dilanjutkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tala patut berbangga dan memberikan apresiasi kepada para pegawai yang telah berinisiatif secara swadaya dalam membangun tempat ibadah di lingkungan kantor sehingga bisa mengerjakan salat berjamaah pada saat jam bekerja. Tidak hanya hanya memberikan apresiasinya, Sukamta juga mengatakan bahwa musala ini menjadi yang tercepat pembangunannya di Kabupaten Tala semasa Ia menjabat sebagai bupati karena hanya memakan waktu selama sembilan bulan dalam proses pengerjaannya.

“Dengan dibangunnya musala ini jangan sampai ada pegawai yang telat untuk melaksanakan ibadah karena bekerja,” ucap Sukamta.

Sukamta juga berharap kepada para pegawai serta staff dari kedua dinas untuk memperhatikan serta menjaga musala yang telah dibangun dengan selalu melaksanakan salat berjamaah dan mengisinya dengan kegiatan keagamaan agar senantiasa menjadi sumber ketenangan dan kelancaran dalam setiap menjalani pekerjaan.

Berita Lainnya
1 dari 575

“Semoga segala yang telah dicurahkan untuk pembangunan musala ini, menjadi amal jariyah bagi bapak dan ibu sekalian serta selalu memelihara dan memakmurkannya,” harapnya.

Kepala Diskopdag Kabupaten Tala, H Syahrian Nurdin pada sambutannya mengatakan peletakan batu pertama musala yang dibangun oleh dua dinas ini pada tanggal (4/1/2021) dan dalam prosesnya memakan waktu lebih kurang selama sembilan bulan dengan total biaya kurang lebih Rp.170 juta dan sepenuhnya murni hasil swadaya pegawai dan staf.

Ia melanjutkan, dalam proses pengerjaannya diluar dari ekspektasi karena ada bantuan dari pihak-pihak yang tidak diketahui asalnya dalam memberikan bantuan material berupa pasir dan batu bata sehingga dalam pembangunannya dirasa sangat cepat sekali. Pada tanggal 17 Ramadhan sekitar tiga bulan yang lalu musala ini telah bisa dipakai untuk salat berjamaah namun belum diresmikan karena menunggu waktu yang tepat sekaligus dapat melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun ini.

“Kami berharap setidaknya pada salat dzuhur dan ashar pegawai bisa menyempatkan diri untuk melaksanakan salat berjamaah di musala ini,” harap Syahrian Nurdin. (rzk/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya