Hanya Unggul di Babak Pertama

Bandung, KP – Sempat unggul terlebih dahulu di babak pertama melalui gol Rafinha, Laskar Antasari harus kebobolan tiga gol di babak kedua melalui Renan Silva menit 55, dan dua gol Ezechiel N’Douasel pada menit 75 dan 79.

Alhasil, PS Barito Putera kembali harus menelan kekalahan usai dilibas oleh Bhayangkara FC dengan skor 2-3, pada pekan ke 6 BRI Liga 1 2021 di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Minggu (3/10) malam.

Tampil tanpa dua Winger andalan, Rizky Pora dan Amrizal Umanailo, Barito Putera bermain lepas sejak peluit kick off dibunyikan.

Usaha Barito membongkar pertahanan Bhayangkara FC membuahkan hasil pada menit 11.

Berawal dari pergerakan Beni Oktavianto di sisi kanan, pemain asal Bontang itu kemudian melepaskan umpan mendatar yang disambut tendangan keras Rafinha ke pojok gawang Bhayangkara FC yang dijaga Awan Setho Raharjo.

Keunggulan Laskar Antasari tersebut hanya bertahan satu babak. Di awal interval kedua, Bhayangkara FC berhasil menyamakan kedudukan melalui sepakan first time Renan Silva yang membuat bola bersarang ke pojok kiri gawang Aditya Harlan.

Rupanya gol tersebut sejalan menjadi tumpahan mijyak ditengah api. Pasalnya kobaran semangat Bhayangkara FC terpicu gara-gara gol pertama Renan Silva.

Sebaliknya, Barito malah terlihat ketar-ketir meladeni serangan bertubi dari salah satu klub ‘plat merah’ tersebut.

Berita Lainnya
1 dari 491

Terus menerus menahan gempuran, gawang Barito akhirnya kembali bobol. Kesalahan fatal yang dilakukan Azamat Baimatov di kotak terlarang membuat wasit menghukum Barito dengan tendangan penalti pada menit 75.

Ezechiel N’Douasel yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik, sekaligus membuat Bhayangkara FC berbalik memimpin.

Tidak sampai disitu, N’Douasel kembali menjadi aktor antagonis bagi pertahanan Barito Putera. Gol keduanya usai memanfaatkan umpan taktis Putu Gede Juni Antara pada menit 79 membuat Bhayangkara FC kian melaju.

Satu gol balasan yang diciptakan gelandang Luthfi Kamal melalui tendangan bebas pada menit 83 seolah tidak berarti apa-apa bagi Barito Putera.

Pasalnya, hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, skor 2-3 tetap bertahan dengan keunggulan Bhayangkara FC.

Usai laga, pelatih Barito Putera Djajang Nurjaman kembali mengeluhkan hilangnya konsentrasi menjadi biang kerok kekalahan anak asuhnya.

“Kembali hilangnya fokus dan konsentrasi membuat kita kemasukan tiga gol dalam waktu tidak terlalu lama. Ini jelas menjadi evaluasi bagi kami,” ujarnya.

Djanur juga mengakui anak asuhnya terlihat sedikit gugup, apalagi setelah Bhayangkara FC mencetak gol penyama kedudukan.

“Kami agak sedikit nervous sehingga terjadi dua gol beruntun setelahnya,” pungkas Djanur. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya