Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Jadi Perseroda, PDAM Harus Mampu Hadapi Tantangan

×

Jadi Perseroda, PDAM Harus Mampu Hadapi Tantangan

Sebarkan artikel ini
hal10 1klmbambang yanto
Bambang Yanto

Banjarmasin, KP – PDAM Bandarmasih diingatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi setiap tantangan dalam rangka memberikan jaminan pelayanan terbaik kebutuhan air bersih masyarakat kota ini.

“Setiap tantangan itu diharapkan harus mampu dihadapi, menyusul perubahan badan hukum PDAM Bandarmasih menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda),” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Bambang Yanto Permono.

Kalimantan Post

Kepada KP, Jumat (29/10/2021), Bambang Yanto mengatakan, pembahasan Raperda terkait payung hukum perubahan badan hukum PDAM Bandarmasih menindaklanjuti PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sudah memasuki tahap finalisasi.

Menurutnya, sesuai tujuan perubahan badan hukum PDAM menjadi Perseroda adalah untuk memberikan peningkatan penyediaan dan pelayanan kebutuhan air bersih kepada masyarakat.

Selain itu, perusahaan yang melayani kebutuhan utama manusia ini diharapkan mampu mengembangkan usahanya lebih profesional lagi.

Bambang Yanto mengatakan, kedepan setidaknya ada tiga masalah tantangan besar yang akan dihadapi PDAM Bandarmasih.

Diantaranya, soal sumber pendanaan atau penyediaan investasi, dimana modal dasar pada saat pendirian Perseroda sebesar Rp1 triliun. 

Seluruh modal itu terdiri, modal dan aset Pemko Banjarmasin yang sebelumnya dikelola PDAM Bandarmasih sebesar Rp416 miliar, kemudian modal pemerintah pusat Rp5,5 miliar ditambah modal Pemprov Kalsel yang sebelumnya ditempatkan sebagai penyertaan modal sebesar Rp65 miliar.

Tantangan kedua, adalah tetap terpenuhi ketersediaan air baku, dan ketiga adalah, permasalahan pemasangan jaringan perpipaan.

Terkait ketersediaan air baku, Bambang Yanto mengatakan, terutama dalam setiap menghadapi musim kemarau.

“Karena akibat kekeringan, PDAM Bandarmasih tidak jarang mengalami krisis air baku, yang akhirnya berdampak pada terganggunya pelayanan air bersih kepada pelanggan,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkan, tantangan ketiga soal perbaikan jaringan perpipaan, mengingat banyak pipa mendistribusikan air bersih kepada pelanggan sebagian besar sudah berusia puluhan tahun, sehingga rawan mengalami kebocoran.

Baca Juga :  Sambut Ramadhan, Wali Kota Yamin Serahkan Bantuan 33 Panti Asuhan

Khusus ancaman krisis air baku, PDAM Bandarmasih sudah menyiapkan program pembangunan embung yang direncanakan berlokasi Pematang Panjang, Kabupaten Banjar.

Pembangunan embung diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp400 miliar lebih sudah mendapatkan dukungan DPRD Kota Banjarmasin. “Namun akibat berbagai kendala pembangunan embung ini belum mampu direalisasikan,” ujarnya.

Lebih jauh dikemukakan, menyusul meningkatnya pembangunan dan bertambahnya penduduk, tuntutan masyarakat akan kebutuhan air bersih dipastikan akan terus meningkat, sehingga pelayanan yang diberikan PDAM harus tetap terjaga dan terjamin secara berkelanjutan. (nid/K-7) 

Iklan
Iklan