Banjarmasin KP – Ketua DPRD Kota Banjarmasin Harry Wijaya mengingatkan, agar seluruh SKPD memacu serapan anggaran terutama program pelaksanaan pembangunan.
“Seluruh SKPD harus memacu serapan anggaran karena sisa waktu menjelang berakhirnya tahun anggaran tinggal dua bulan lagi,” kata Harry Wijaya.
Kepada {KP} Kamis (21/10/2021) ia juga menyebutkan SKPD untuk memacu percepatan realisasi belanja APBD untuk penanganan pandemi Covid 19 serta pemulihan ekonomi.
Guna memacu realisasi serapan anggaran tersebut, Harry Wijaya Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) melakukan pengawalan.
” Peran SPIP mengawal realisasi fisik dan keuangan pemerintah daerah sangat penting,” ujarnya.
Pimpinan dewan dari F-PAN ini juga mengingatkan SKPDuntuk tidak hanya fokus pada proyek pembangunan yang berskala besar, melainkan juga pada pembangunan skala kecil.
Hal tersebut tandasnya, dimaksudkan agar serapan anggaran dapat maksimal di akhir tahun.
“Jelasnya bukan hanya terpaku dengan proyek besar,tapi untuk pekerjaan kecil sehingga serapan anggarannya bisa maksimal,” katanya.
Disebutkan total APBD tahun 2021 setelah dilakukan perubahan pembiayaan belanja ditetapkan Rp 1,9 triliun lebih. Angka itu diantaranya diperoleh bersumber dari pendapatan yang ditetapkan hampir Rp 1,7 triliun.
Harry Wijaya mengemukakan, perubahan APBD ini selain difokuskan untuk pemulihan ekonomi dan penanggulangan covid-19, lebih dari itu juga diarahkan pembenahan dan peningkatan pembangunan infrastruktur.
Lebih jauh ia menegaskan, tidak terealisasinya serapan anggaran lantaran tidak dilaksanakannya program kegiatan yang telah direncanakan haruslah dihindari.
Masalahnya, jika program atau kegiatan yang sudah direncanakan itu tidak direalisasikan, maka akan berdampak pada besarnya sisa lebih perhitungan anggaran (silpa).
“Besarnya Silpa ini tentunya merugikan masyarakat karena peningkatan pembangunan apalagi saat ini kita tengah berusaha memulihkan pertumbuhan ekonomi dampak Covid-19 menjadi terhambat,” demikian kata Harry Wijaya. (nid/K-3)















