Banjarmasin, KP – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola SKPD jajaran Pemko Banjarmasin tahun ini tercatat ada dua dinas yang hanya jalan ditempat atau stagnan.
Kedua SKPD tersebut adalah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin.
Bila melihat data yang dikeluarkan oleh Badan Keuangan Daerah Kota Banjarmasin, Disbudpar sebagai contoh telah menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,2 miliar.
Namun dari Januari hingga Oktober ini dinas yang dipimpin Ikhsan Alhaq itu tak menggeser angka yang ditargetkan tersebut.
Sama juga dengan Dispora, dinas yang dipimpin Taufik Rifani ini tak menggeser sedikitpun target yang ditulis yakni senilai Rp 10 juta.
Menurut Kepala Bakeuda Kota Banjarmasin Subhan Nor Yaumil, pendapatan asli daerah yang dikelola 12 unit kerja di Pemko Banjarmasin hingga data Oktober ini hanya beberapa SKPD yang menunjukan pencapaian memuaskan. Contohnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
PAD yang dikelola DLH telah mencapai 82 persen dari target Rp 15 miliar atau telah tercapai Rp 12 miliar lebih.
Kemudian progres terbaik kedua ada pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin yang mencapai 75 persen dari target Rp 8,3 miliar.
Selanjutnya disusul Bakeuda yang mencapai 70 persen dari target Rp 1,5 triliun.
Sisanya, menunjukan angka dibawah 50 persen seperti Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Yang terakhir tiga SKPD yang hingga sekarang masih kosong targetnya yakni Disbudpar, Dispora dan Sekretariat Daerah.
Saat ditanya alasan mengapa capaian PAD ada yang sampai tidak bergerak itu. Subhan tidak mau komentar banyak.
Ia meminta agar bisa langsung menanyakan kepada SKPD yang bersangkutan.
“Untuk soal capaian itu bisa saja langsung tanyakan ke SKPD yang terkait. Mungkin apakah ada kendala apa,” tukasnya. (Zak/KPO-1)















