Tersangka Rampok Nenek Diringkus Dalam Kapal

tersangka Heri yang tiba tiba-tiba menghilang masih dalam penyelidikan mengenai keberadaannya

BANJARMASIN, KP- Rencana ingin menjual emas hasil rampok, tersangka Roni (40) ditangkap oleh Tim Identifikasi, saat berada di Pelabuhan Tanjung Telan Muara Sungai Barito, Rabu dinihari (6/10), sekitar pukul 04.00 WITA.

Tersangka diketahui beralamatkan warga Jakarta Timur. Tak bisa lagi berkutik ketika sejumlah anggota gabungan melakukan penggeledahan dalam kapal Fery.

Sedangkan temannya langsung menghilang dalam kapal tersebut, disana anggota mengamankan satu buah mobil rentalan dan sejumlah perhiasan milik korban, Nenek Sabiah (65), warga Jalan Kelayan B Gang Kurnia RT 2 Banjarmasin Selatan.

Alhasilnya salah satu tersangka bernama Roni dapat diringkus, dan tersangka H (disapa dengan sebutan Heri) yang tiba tiba-tiba menghilang masih dalam penyelidikan mengenai keberadaannya. Lalu anggota pun meminta bantuan ke pada anggota Polsek Kawasan Pelabuhan dan Laut Polresta Surabaya, guna membantu melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang.

Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Kompol Yopie Andri Haryomo melalui Kanit Reskrim, Ipda Hari Junaidi, saat ditemui sejumlah [{wartawan}] , Jum’at (8/10), membenarkan telah mengamankan tersangka bersama barang bukti yang ditemukan oleh anggota.

Dimana penangkapan ini langsung menerjunkan sejumlah anggota yaitu anggota Buru Sergab (Buser) Polsekta Banjarmasin Selatan, anggota Satuan Reserse Kriminal (Satres) unit Jatanras Polresta Banjarmasin, anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Unit Resmob Polda Kalsel, Unit Buser Polsek KPL Surabaya.

Berita Lainnya
1 dari 1.552

Dari pengakuan tersangka Roni, memang sebelum tertangkap, sudah ada berjanji kalau ada anggota polisi bercebur di laut. Karena merasa takut ua tak berani untuk menceburkan diri, hal inilah selesai sudah

Rencana ini dilakukan karena tersangka Heri, karena tak ada pekerjaan. “Saya pun menurut saja, karena banyak kebutuhan yang harus saya penuhi yaitu membayar rumah kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan membiayai anak sekolah,” sebutnya.

Pemberitaan sebelumnya, dimana peristiwa ini terjadi Selasa (5/10) lalu, sekitar pukul 11.00 WITA.

Saat korban mau pergi ke warung dengan berpakaian cukup mewah. Begitu ada di Jalan Kelayan B depan Gang Babussalam Banjarmasin Selatan, korban dipanggil kedua pelaku dan dibawa masuk ke dalam mobil.

Saat dalam mobil korban disekap dari belakang dan dipukul, kemudian diminta untuk melepas semua perhiasannya dengan paksa. Korban sempat berontak minta tolong, tapi tak ada yang mendengar.

Lalu di sebuah gudang di Liang Anggang Banjarbaru, korban diturunkan dari mobil.

Hingga akhirnya ditolong warga Aluh-aluh yang menggunakan sepeda motor untuk diantar pulang ke rumah. Selanjutnya korban melaporkan kejadian ini ke Mapolresta Banjarmasin dan Polsekta Banjarmasin Selatan. (fik)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya