Tiga Kompetensi Penunjang Kualitas ASN

Pelaihari, KP – Ada tiga jenis kompetensi yang menjadi tolak ukur kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu, kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosial kultural.

Tiga kompetensi tersebut dipaparkan dengan lugas oleh Bupati Tanah Laut (Tala) HM Sukamta saat bertindak sebagai narasumber pada Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III Angkatan I, bertempat di Balai Diklat Loka Bina Praja, Jl Hutan Kota Pelaihari, Selasa (5/10/2021).

Untuk meningkatkan kompetensi teknis menurut Sukamta dapat dilakukan dengan mengikuti pelatihan atau melanjutkan pendidikan. Hal tersebut menurutnya perlu dilakukan karena saat ini ASN dituntut untuk bekerja dengan kecepatan, ketepatan dan inovasi yang terus beriringan dengan kemajuan zaman.

“Sebagai ASN jangan sampai terjebak dengan rutinitas dan karir disitu-situ saja, tingkatkan terus kompetensi teknis dengan mengikuti pelatihan-pelatihan atau pendidikan lanjutan (tugas kuliah). Kompetensi teknis ASN harus terus maju kedepan mengikuti zaman, apalagi sekarang eranya serba digital, pelayanan kepada masyarakat harus cepat, tepat, dan akurat”, ungkap Sukamta.

Berita Lainnya

Bupati Resmikan Musala Hasil Swadaya Pegawai

Pelaksanaan Pilkades Serentak 1 Desember 2021

1 dari 510

Lebih lanjut Sukamta memaparkan pentingnya kompetensi manajerial dan kompetensi sosial kultural. Berbeda dengan kompetensi teknis, kemampuan manajerial menurutnya akan tumbuh dengan sendirinya melalui proses pengalaman.

“Kompetensi manajerial itu akan jelas kelihatan saat mengemban amanah sebagai pejabat struktural, namun sebagai tenaga fungsional juga sudah harus mempelajari itu. Pengalamanlah yang akan membentuk kemampuan manajerial kita, bagaimana kita mengorganisir, mengarahkan dan mengambil keputusan”, imbuhnya.

Adapun untuk kompetensi sosial kultural merupakan karakter dan kepedulian seorang ASN terhadap lingkungan sekitarnya. Sukamta menekankan para ASN untuk memperbanyak komunikasi dan interaksi dengan orang-orang sekitar agar mengerti kondisi tempat penugasan.

“Berbahasalah sebagaimana bahasa mereka, artinya saat memberikan pelayanan kepada masyarakat harus menyesuaikan dengan kondisi sosial budaya sekitar. Perhatikan adab kita dengan orang lain, kalau pelayanan kita berkesan, masyarakat pasti akan mengingat kita, tentu itu juga jadi amal dalam bekerja”, pungkas Sukamta.

Peserta Latsar CPNS Golongan III Angkatan I Tahun 2021 kali ini berjumlah 39 orang, terdiri dari 28 orang tenaga guru dan 11 orang tenaga kesehatan. Latsar di Balai Diklat Loka Bina Praja berlangsung mulai tanggal 5 Oktober sampai 12 Oktober 2021 mendatang. Turut berhadir pada acara tersebut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Selatan H Muhammad Nispuani, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Tala H Hairul Rijal, dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tala H Tajuddin Noor Effendi. (rzk/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya