Banjarmasin, KP – Naiknya air pasang dan sesekali diiringi curah hujan dengan intensitas sedang dalam waktu belakangan ini tak pelak membuat sejumlah rumah warga terutama berada di tepian sungai (tergenang) terendam.
Tak hanya rumah warga, meluapnya air pasang dan curah hujan juga menggenangi sejumlah ruas jalan perkotaan dan jalan lingkungan.
Cukup tingginya air pasang disusul curah hujan dengan intensitas sedang ini, dikhawatirkan musibah banjir yang terjadi pertengahan Januari 2021 lalu kembali melanda Kota Banjarmasin.
Berdasarkan pantauan, sejak Minggu (7/11/2021) hingga Rabu (10/11/2021) kemarin , banyak rumah warga terutama berada di tepian sungai terendam air pasang.
Selain sejumlah warga, sejumlah ruas jalan perkotaan dan lingkungan warga juga turut terendam.
Diantaranya jalan perkotaan yang sering menjadi langganan calap, apalagi curah hujan lebat adalah Simpang Jalan Lambung Mangkurat tepatnya depan Hotel Mentari.
Air pasang dan curah hujan cukup tinggi juga sering merendam halaman kantor DPRD Banjarmasin yang juga berlokasi di Jalan Lambung Mangkurat .
Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Matnor Ali mengatakan, sudah hal biasa jika air pasang dan tingginya curah hujan menyebabkan halaman Kantor DPRD tergenang.
” Masalahnya selain halaman rendah, kebetulan di belakangnya Kantor DPRD ini dekat sungai,” ujarnya kepada {KP} Rabu kemarin (10/11/2921).
Matnor Ali juga menjelaskan, tidak jarang jika curah hujan sangat deras dengan waktu lama apalagi disusul naiknya air sungai pasang , air hingga menggenangi sebagian ruang kantor.
“Seperti seluruh ruang komisi dan sejumlah ruang ditempati staf sekretariat dewan,” ujarnya.
Kabid Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Hizbul Watoni membenarkan kondisi naiknya air pasang sungai di Banjarmasin dalam beberapa hari terakhir ini.
“Penyebabnya karena air pasang dari laut cukup tinggi hingga masuk ke Sungai Martapura,” tuturnya.
Ia menjelaskan, naiknya air pasang sungai ini tidak sampai mengkhawatirkan seperti terjadinya musibah banjir pertengahan bulan Januari tahun ini.
Sementara hasil monitoring Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin mencatat, pada hari Selasa (9/11)2021) sekitar pukul 22 36 wita akibat air pasang merendam sejumlah jalan.
Adapun sejumlah jalan yang terendam adalah Jalan .Jafri Zam Zam Komplek DPR.. Ketinggian air disini nencapai 20-40 cm.
Selanjutnya Jalan Rawa Rawa Sari dengan ketinggian air 20-30 cm Jalan Pembangunan Ujung 30-40 cm, Jalan .Cendrawasih 20-30 cm, .Jalan .Kuin Cerucuk 10-20 cm.
Air pasang juga merendam Jalan .Simpang Anem 30-40 cm, halaman RS .TPT 30 cm,
Jalan Kelayan B 20-30 cm, Jalan Pekauman 20-30 cm,
Jalan Pangeran 20-30 cm, Jalan .Belitung Gg.Tunas Baru 30-60 cm dan Jln.Sutoyo S Gg.20 dengan ketinggian air 30-50 cm.
Informasi diterima, selain di sejumlah lokasi tersebut, ketinggian air pasang juga sempat menggenangi Kubah Al-Habib Hamid Bin Abbas Al-Bahasyim.
Ketinggian air di makam yang sering dikunjungi peziarah itu hingga mata kaki orang dewasa.
Kubah Habib Basirih yang berada di Jalan Keramat Basirih, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat itu memang posisinya cukup dekat dengan sungai Martapura, sehingga saat pasang terjadi air dengan cepat masuk kedalam kubah.
Salah seorang relawan Al-Muhajirin, Rudi menerangkan, kondisi air sungai pasang ini sudah beberapa hari terjadi.
“Naiknya air tadi jam 23.30 Wita. Namun ini ada penurunan sedikit, jadi relawan melakukan pembersihan di Kubah,” ungkapnya..(nid/K-3)















