Aktualisasi Nilai Kepahlawanan Pada Diri Pustakawan (Refleksi Hari Pahlawan)

Oleh : Nor Hasanah, S.Ag, M.I.Kom
Pustakawati UIN Antasari Banjarmasin

Seperti yang diketahui bersama bahwa tanggal 10 November merupakan Hari Pahlawan Nasional yang setiap tahunnya diperingati oleh bangsa Indonesia. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur dan ditandatangani oleh Presiden Soekarno. Keputusan tersebut untuk mengenang jasa para pahlawan serta tragedi pada 10 November 1945 di Surabaya.

Menarik ketika menyimak tema yang dipilih di Hari Pahlawan 10 November 2021, yaitu “PAHLAWANKU INSPIRASIKU”. Seorang Pahlawan biasanya dikenal sebagai orang yang memiliki keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, memiliki jasa dan menginspirasi bagi kehidupan seseorang dan kemudian memikirkan kontribusi apa yang bisa diberikan untuk pihak-pihak di luar diri seseseorang. Hal itu mulai dari keluarga, komunitas hingga konteks lebih besar seperti negara dan bahkan dunia.

Bagi seorang pustakawan yang sehari-hari bekerja sebagai pelayan di perpustakaan menyediakan informasi bagi pemustaka yang memerlukannya, para pahlawan yang telah berjuang dengan pengorbanan jiwa dan raga untuk bangsa negara dan agama, tentunya banyak memberikan pelajaran tentang nilai-nilai kepahlawanan yang bisa kita teladani dari perjuangan mereka dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Diantara nilai-nilai kepahlawanan tersebut adalah pertama, inisiatif. Dulu dalam menghadapi para penjajah, para pahlawan turun ke medan perang tidak dengan perintah atau isntruksi dari siapapun. Jiwa mereka terpanggil untuk ikut andil dalam perang kemerdekaan demi mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. Hal ini bisa kita tiru dalam kehidupan sehari-hari, yaitu inisiatif.

Mungkin permasalahan yang masih banyak dalam kehidupan sehari-hari adalah kurangnya inisiatif. Mulai dari contoh kecil saja, misal melihat sampah di jalan, sebenarnya sangat mampu untuk mengambil sampah tersebut dan membuangnya ke tempat sampah. Tapi, karena tidak adanya inisiatif dari diri sendiri, maka pekerjaan yang sangat mudah itu tidak dilakukan. Contoh tadi merupakan contoh kecil, jika inisiatif terpaku pada hal lebih besar, maka hal tersebut akan berdampak besar bagi kehidupan dan sekeliling.

Kedua, sikap optimis. Dalam segi persenjataan dan kemampuan militer, jelas para pahwalan perang kemerdekaan sangat kalah jauh dari yang dimiliki oleh penjajah. Namun, hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk mereka berusaha merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Optimis, hal inilah yang menjadi modal bagi para pahlawan untuk meraih kemerdekaan. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang merasa pesimis dalam banyak hal. Sebenarnya bukannya tidak mampu, tetapi rasa pesimislah yang menghambat keberhasilan.

Berita Lainnya

Isu Terorisme : Berulang Menstigma Islam

Kapitalisme Produksi Anak Durhaka

1 dari 383

Jika nilai optimis diterapkan dalam setiap aspek kehidupan, maka kesuksesan dan keberhasilan akan dicapai, karena dengan optimis, maka potensi yang yang dimiliki tidak akan terkbur dan hilang.

Ketiga, pantang menyerah. Dalam perang meraih kemerdekaan, tentunya para pahlawan pernah mengalami kegagalan dalam usahanya. Tetapi mereka memiliki jiwa pantang menyerah, yang tentunya akan membawa mereka pada hasil atau tujuan yang ingin dicapai. Permasalahan yang sering dialami sebagai anak muda adalah mudah menyerah jika apa yang sudah diusahakan ternyata belum berhasil. Kita beranggapan apa yang telah diusahakan itu tidak bernilai apa-apa. Padahal, dengan sedikiti usaha lagi sebenarnya apa yang hendak dicapai dapat berhasil. Tetapi, karena tidak adannya jiwa pantang menyerah, maka sering melewatkan kesempatan atau peluang yang sebenarnya bisa diraih.

Keempat, keiikhlasan. Tidak ada rupiah yang didapat dari usaha pahlawan dalam andil memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka tidak berharap imbalan apa pun dari siapa pun dalam usahanya merebut kemerdekaan. Mereka ikhlas mengorbankan waktu, jiwa dan raga demi kedaulatan negara Indonesia. Bayangkan, jika para pahwalan tidak ikhlas dan meminta imbalan dalam setiap peperangan yang mereka jalani, apakah Indonesia mampu meraih kemerdekaan?

Jika dalam kehidupan sehari-hari diterapkan nilai keikhlasan, maka dapat dipastikan kehidupan akan lebih baik. Kita tidak akan merasa terbebani atas apa yang telah dilakukan, Karena apa yang telah dilakukan didasarkan pada keikhlasan dan tidak mengharapkan imbalan apapun.

Kelima, kreatif. Apakah pernah berpikir bahwa para pahlawan pejuang kemerdekaan itu kreatif? Sudah pasti mereka sangat kreatif, dengan keterbatasan senjata dan ilmu militer, mereka mampu mengalahkan pasukan penjajah yang jelas-jelas sudah terlatih dan dipersenjatai dengan senjata yang jauh lebih canggih dari apa yang dimiliki saat itu. Jika saat ini mampu menerapkan nilai kreatif dalam kehidupan sehari-hari, maka dijamin hidup akan lebih mudah, meskipun dengan segala keterbatasan yang dimiliki saat ini.

Berharap dengan moment di hari pahlawan ini, kelima nilai kepahlawanan tersebut bisa dicontoh dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga apa yang telah dicontohkan oleh pahlawan dapat mengisnpirasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Aamiiin.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya