Dewan Katingan Dukung PTM

Kasongan, KP – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan, menyatakan sangat mendukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua jenjang sekolah di Kabupaten Katingan. Baik di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) maupun di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sesuai kewenangan Kabupaten Katingan.

Salah satu anggota DPRD Kabupaten Katingan yang turut mendukung PTM dimaksud dalam proses belajar-mengajar dimaksud adalah Sugianto SH, wakil dari dapil Katingan III yang meliputi Kecamatan Katingan Tengah, Sanaman Mantikei, Marikit, Katingan Hulu, Petak Malai dan Bukit Raya. Pernyataan dukungannya tersebut diungkapkannya kepada sejumlah awak media, Rabu (17/11) tadi.

Karena, disamping pandemi covid di Kabupaten Katingan sudah melandai atau sudah sebulan ini tidak ada lagi masyarakatnya yang tertular covid, ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di bumi Penyang Hinje Simpei ini juga sudah rindu untuk menimba ilmu secara langsung dengan gurunya seperti dua tahun yang lalu.

Berita Lainnya

DPRD Dukung Organisasi Perempuan.

Dewan Sampaikan Hasil Rapat Gabungan Komisi.

1 dari 609

Karena, saat proses belajar mengajar penerapannya menggunakan darring tanpa berhadapan langsung dengan gurunya menurutnya, ilmu yang masuk ke anak didik (siswa) kurang maksimal. Apalagi siswa yang baru duduk di bangku SD. “Mereka yang duduk di kelas I SD ini kalau orangtuanya tidak ikut mengajarinya di rumah, dipastikan tidak bisa membaca huruf dan angka,” ujarnya.

Yang lebih memprihatinkan lagi menurut legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, ketika proses belajar mengajar penerapannya dengan sistem darring, namun letak sekolahnya berada di desa yang belum memiliki jaringan internet, terpaksa banyak sekolah yang tidak menerapkannya.

Setelah tidak bisa dengan sistem darring, mereka mencari solusi lainnya, yaitu dengan cara sistem jemput bola. Sistem itupun tidak begitu lama berjalan, yang akhirnya tidak dilanjutkan lagi, dengan alasan menurutnya, jarak dari rumah guru ke rumah siswa tidak semuanya dekat, tapi ada pula yang jauh. “Yang jauh itulah, selain banyak menyita waktu di perjalanan, juga harus mengeluarkan biaya besar,” jelasnya.

Kesimpulannya, meskipun sangat mendukung proses belajar mengajar penerapannya sekarang dengan sistem PTM, namun dirinya meminta kepada semua sekolah agar tetap disiplin dengan ketat protokol kesehatan (prokes). “Selamat belajar, selamat menimba ilmu dan semoga tetap dalam keadaan sehat wal Afiat,” harap anggota dewan dua priode ini. (Isn/K-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya