Kasatpol PP Buka Suara Soal Kericuhan di Pembongkaran Bando

Banjarmasin, KP – Kepala Satpol PP dan Damkar Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin akhirnya buka suara terkait kericuhan yang terjadi pada saat penertiban baliho bando belum lama tadi.

Pertama ia menerangkan terkait kepemilikan 10 baliho bando yang akan ditertibkan antara lain, milik CV Budi 2 buah, CV Advis Media 1 buah, CV Najwa 1 buah, CV Pelangi 1 buah, PT Tunggal Jaya pemenang 3 buah dan PT Wahana Inti Sejati 2 buah.

Muzaiyin menyebut, dari data yang dimilikinya mayoritas pemilik baliho bando tersebut kooperatif atas adanya penertiban tersebut.

Kecuali pemilik PT Tunggal Jaya pemenang dan PT Wahana Inti Sejati yang memiliki total 5 buah baliho bando, yang tak bukan milik Winardi Sethiono dan anaknya.

“Mungkin itu yang membuat mereka ngotot tak mau dilakukan penertiban karena 5 baliho tersebut adalah milik Pak Winardi dan anaknya,” ungkapnya saat ditemui awak media, Minggu (31/10) siang.

Mantan Camat Banjarmasin Timur itu menjelaskan, dalam melaksanakan tugas penertiban tersebut pihaknya hanya menjalan tugas yang diamanahkan oleh Permen PU Nomor 20/PRT/M/2010 tentang Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian-Bagian Jalan, Pasal 18 ayat 3.

Selain itu, keberadaan papan reklame yang membentang di atas jalan raya protokol itu juga menyalahi Perda Nomor 16 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame, Pasal 8 ayat 2.

Ia mengaku sangat menjaga kehati-hatian dalam menjalankan pembongkaran dengan terlebih dahulu mengirimkan surat peringatan sebagaimana SOP yang tertuang dalam Permendagri 54 Tahun 2011.

Berita Lainnya
1 dari 5.554
loading...

Setelah memberikan SP sebanyak 3 kali, meski tidak diatur dalam SOP, ia mengaku kembali mengirimkan surat kepada para pemilik baliho sebagai bentuk kehati-hatian.

“Kami hanya menjalankan kebijakan. Kami pun telah bekerja sesuai SOP dengan mengirimkan 3 kali SP, sebenarnya setelah itu kami bisa saja langsung bongkar. Namun kami memilih mengirimkan surat peringatan lanjutan Senin tadi. Jadi tidak mungkin mereka tidak tahu itu,” paparnya.

Lantas, bagaimana respon Kasatpol-PP terkait adanya laporan yang dimasukkan ke Polresta Banjarmasin soal dugaan pemukulan yang dilakukan oleh anak buahnya?

Menanggapi hal itu, Muzayyin kembali meresponnya dengan santai. Menurutnya, hal tersebut merupakan hak mereka sebagai warga negara.

Meski masih berupa dugaan, ia menyebut gesekan yang terjadi saat penertiban diakibatkan adanya orang (disebutnya bernama Ferdy) yang mencoba menarik selang gas untuk las.

Ia menduga petugas yang melihat hal itu langsung mengamankannya karena khawatir tindakannya itu membahayakan hingga keduanya jatuh bersamaan.

Disamping itu, pihaknya juga tengah mengkaji dan mempertimbangkan untuk melakukan laporan terkait adanya upaya serta tindakan yang menghalang-halangi petugas dalam menjalankan tugas serta kewenangannya.

Mengakhiri wawancaranya, Muzaiyin kembali menegaskan Satpol PP hanya menjalankan tugas dan amanah dari kebijakan yang diambil Pemko Banjarmasin yang bertujuan untuk menertibkan baliho yang ada.

Kemudian pihak pengusaha advertising bisa mengajukan titik-titik reklame baru, namun sesuai dengan ketentuan yg berlaku, sehingga dapat dipungut PAD-nya dan berkontribusi besar bagi pembangunan dan kesejahteraan warga Kota Banjarmasin.

” Sebagaimana tugas dan amanah yang telah diberikan kepada kami dan arahan dari pimpinan. Kami akan tetap melanjutkan penertiban kesepuluh baliho bando tersebut sebagaimana tugas yang diamanahkan kepada kami,” pungkasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya