Novri Diminta Perjuangan Tambahan Kuota BBM dan Elpiji

Drestanto juga menyampaikan dugaan penyebab kelangkaan BBM Soal terus terjadi, terlebih jika harga batubara dan sawit sedang mahal, karena Kalsel merupakan daerah yang beririsan dengan perkebunan dan pertambangan, masih ada oknum yang memakai BBM subsidi untuk aktivitas tersebut.

BANJARMASIN, KP – Anggota DPR RI, H Novri Ompusunggu dititipi yang belum lama dilantik diminta memperjuangkan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji subsidi untuk Kalsel.

“Kita minta Novri bisa memperjuangkan tambahan kuota BBM dan elpiji di Kalsel,” kata Sales Area Manager PR Pertamina Kalselteng, Drestanto Nandiwardhana saat pertemuan dengan anggota DPR RI dan DPRD Kalsel, di Kantor PT Pertamina Unit Pemasaran VI Depot Banjarmasin, kemarin.

Tahun ini Kalsel hanya diberi jatah 254.934 Kilo Liter (KL), lebih sedikit jika dibanding Kalimantan Barat (Kalbar) yakni jumlah 392

023 KL. Sementara kota elpiji kisaran 907.000 Metik Ton (MT).

Pemerintah Kalsel dan Pertamina beralasan penambahan kuota agar kelangkaan BBM tak kembali terjadi.

Drestanto mengatakan agar kuota itu ditambah, mengingat pemerintah dan Pertamina sepakat penambahan itu mencapai 572.000 KL Solar dan 102.000 MT.

“Yang agak berat memang selisih antara kuota solar,” kata Drestanto.

Berita Lainnya
1 dari 1.133

Drestanto juga menyampaikan dugaan penyebab kelangkaan BBM Soal terus terjadi, terlebih jika harga batubara dan sawit sedang mahal, karena Kalsel merupakan daerah yang beririsan dengan perkebunan dan pertambangan, masih ada oknum yang memakai BBM subsidi untuk aktivitas tersebut.

“Bayangkan harga non subsidi sekitar Rp12 ribu, sedangkan subsidi hanya Rp5 ribu. Selisih harga yang cukup jauh ada oknum yang memanfaatkan itu,” jelasnya.

Oleh sebab itu, selain penambahan kuota, perlu kesadaran masyarakat dan pengawasan satgas untuk menertibkan hal tersebut.

Sementara Kepala Biro perekonomian, Ina Yuliana mengatakan Pemprov sudah membentuk satuan tugas yang gemuk untuk mengatasi itu, berkerja sama dengan aparat Kepolisian, TNI, Intelijen, Kejaksaan, Pertamina serta unsur Forkopimda lainnya untuk mengatasi dugaan penyelewengan tersebut.

“Satgas kita sudah jalan, kalian tidur kita jalan. Masih ada (penyelewengan) karena kita belum cukup menyosialisasikan,” kata Ina.

Sementara Novri mengatakan untuk penambahan kuota BBM dan elpiji, ia akan kembali mendatangi Kantor BPH Migas untuk kembali mempertanyakan hal tersebut.

“Saya upayakan ada penambahkan ini, karena berada di Komisi VII,” tegas anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI tersebut.

Novri juga minta tingkatkan kinerja Satgas yang dibentuk. Hal tersebut juga mengurangi potensi penyelewengan dua jenis bahan keperluan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, M Syarifuddin juga mengingatkan supaya tim yang terlibat lebih efektif agar penyelewengan tersebut akan hilang dengan sendirinya. “Makanya kita minta Satgas, itu yang sudah disusun lebih efektif,” ujar Bang Dhin, panggilan akrab M Syaripuddin. (lyn/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya