Amuntai, KP – Sebagai seorang pemuda Noor Arif Afriandi warga Amuntai nampaknya bisa menjadi contoh sebagai seorang yang kreatif dan memiliki jiwa wirausaha ditengah pandemi Virus Covid 19.
Pemuda Warga Kelurahan Antasari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten HSU ini mencoba mengembangkan madu kalulut yang ternyata dinilai memiliki khasiat bagus untuk meningkatkan imun tubuh.
Selama pandemi virus covid-19 kesehatan amat sangat diperhatikan mulai dari berolahraga secara rutin hingga menjaga asupan tubuh agar daya tahan serta imun tubuh tetap terjaga, seperti mengonsumsi vitamin dan madu.
Salah satu jenis madu yang bisa dikonsumsi yang berasal dari lebah kelulut (Trigona itama). Jenis lebah ini tidak menyengat dengan ukurannya kecil seperti lalat dan banyak bersarang di pohon.
Arif mengaku sudah 3 tahun membudidayakan lebah madu kelulut sejak tahun 2018. Tidak hanya modal nekad tetapi dirinya banyak bertenyaa dan belajar membaca buku bagaimana teknik membudidayakannya.
“Sejak tahun 2018 saya sudah membudidayakan lebah madu kelulut ini, itu terinsipirasi dari teman saya yang menawarkan madu kelulut, saya penasaran dan mencoba beli, setelah itu saya tertarik untuk membudidayakannya, selanjutnya saya pelajari dari media sosial dan langsung mendatangi tempat budidaya lebah kelulut,” terangnya saat ditemui belum lama tadi.
Adapun jenis lebah madu kelulut yang ia budidayakan terdapat 3 jenis lebah madu kelulut yaitu Jenis itama, drescery dan levicep.
“Untuk budidaya lebah madu kelulut ditempat saya sendiri sampai sejauh ini kurang lebih 30 log atau bibit yang tersebar diberbagai tempat,” ungkapnya.
Sedangkan untuk setiap kali panen afri bisa menghasilkan 7 sampai 9 liter madu kelulut yang ia jual dengan harga yang bervariasi mulai dari ukuran 80ml dengan harga 50ribu, 150ml dengan harga 75ribu, 250ml dengan harga 120ribu dan untuk ukuran 500ml dengan harga 215ribu yang ia pasarkan melalui online.
Ia juga menyampaikan, untuk tanaman pakan lebah madu kelulut sendiri adalah tanaman yang menghasilkan resin, nektar dan polen salah satunya adalah tanaman air mata pengantin yang bisa ditanam tidak jauh dari log atau tempat kelulut itu bersarang.
Lebih lanjut Afri juga mengajak kepada masyarakat HSU yang berminat untuk belajar ataupun ingin mencicipi madu kelulut bisa langsung datang ketempatnya. (nov/K-6)














