Siring Pasar Terapung Mulai Dipasangi Pagar

Banjarmasin, KP – Siring Pasar Terapung di Jalan Piere Tendean mulai dipasangi pagar oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kawasan Wisata Siring, Banjarmasin.

Hal itu dijalankan karena kawasan Siring Pasar Terapung bakal diujicobakan untuk beroperasi di pada Minggu (21/11).

Sebelumnya, rencana uji coba operasional pasar terapung di tengah suasana pandemi itu, sudah ada sejak awal Minggu November tadi, namun rencana tersebut tertunda dengan berbagai macam kendala, mulai dari kesiapan teknis sampai perbaikan lanting.

Berdasarkan pantauan Kalimantan, Sabtu (20/11) sore, kawasan dermaga yang biasanya terdapat acil-acil pasar terapung itu terpasang pagar yang menutupi seputaran dermaga apung.

Disamping itu, lanting yang pasar terapung juga tampak bersih dan diperbaiki.

Kepala UPTD Kawasan Wisata Siring, Naziza menjelaskan, pihaknya bakal membatasi jumlah wisatawan yang masuk ke lokasi pasar terapung.

“Kita pagar sekitar 100 kali 6 meter (dilokalisir). Dan lanting kita perbaiki kayu-kayu yang berlubang. Kapasitasnya kira-kira 300 – 400 orang dan wajib mengisi aplikasi pedulilindungi,” ucap Naziza, Kepala UPTD Kawasan Siring Piere Tendean saat ditemui awak media.

Lantas bagaimana dengan pengunjung yang termasuk lansia dan balita?, Mengingat sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, M Ihsan Alhak mengatakan bahwa dua kategori pengunjung tersebut dihimbau untu tidak datang ke siring.

Berita Lainnya
1 dari 3.937

Terkait hal itu, Naziza mengakui hal yang berbeda dengan Kadisbudpar. Pihaknya tidak akan membatasi pengunjung dalam hal usia.

“Sepanjang lansia itu sudah bervaksin dan balita menjalankan prokes yang benar. Silahkan saja masuk. Yang pasti aplikasi PeduliLindungi yang jadi syarat utama untuk masuk ke sana,” tukasnya.

Ia menerangkan, rencananya uji coba operasional pasar terapung akan dilakukan selama empat minggu kedepan.

Setelah empat minggu diuji coba, pihaknya akan melakukan evaluasi. Baik itu terkait jumlah pengunjung dan disiplin pengunjung terhadap prokes.

Saat ditanya berapa lama proses simulasi itu dijalankan, Naziza mengatakan bahwa Simulasi tersebut dimulai pada pukul 6.00 sampai pukul 09 WITA di setiap minggunya.

“Tapi kalau hasilnya kacau tidak menutup kemungkinan akan langsung kita hentikan. Bahkan kalau saat uji coba tiba-tiba kacau akan langsung kota stop jua. Kita tidak berani ambil resiko,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam uji coba operasional pasar terapung, pihaknya juga telah meminta bantuan dari jajaran TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan untuk pengawasannya di lapangan.

“Kita sudah kerjasama dengan instansi terkait. Ada sekitar 50 acil jukung pasar terapung yang sudah divaksin dan boleh berjualan. Kita juga kerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk menggelar vaksinasi di siring,” tambahnya.

Diketahui, rencana pembukaan wisata andalan Kota Banjarmasin ini merupakan keputusan yang diambil dengan acuan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 54 tahun 2021, terkait penerapan PPKM Level II di Kota Banjarmasin.

Hal ini dilakukan, untuk memicu kembali geliat perekonomian masyarakat yang lama terpuruk akibat dihantam pandemi. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya