Banjarmasin, KP – Pagar siring Sungai Martapura kini sudah mulai terlihat indah. Seperti yang ada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Atau yang berada tepat di seberang Masjid Sabilal Muhtadin.
Namun, ada yang berbeda. Jika sebelumnya pagar siring terbuat dari bahan besi, kini pagar tersebut dibuat dengan material beton.
Kepala Bidang Sungai di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Hizbul Wathony menyebut, penanganan pagar yang rusak itu sebenarnya adalah wewenang UPT Siring di Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin.
Namun, lantaran ketiadaan anggaran untuk memperbaiki, maka Bidang Sungai di Dinas PUPR Kota Banjarmasin lah yang diinstruksikan untuk menanganinya.
“Biaya perbaikan Rp190 juta. Memakai APBD-P tahun 2021. Panjang pagar yang diperbaiki 105 meter. Materialnya bukan besi lagi. Tapi beton cetak bertulang,” jelasnya, kemarin (7/12) siang.
Bukan tanpa alasan mengapa pagar siring Sungai Martapura itu kini diganti dengan beton dengan material GRC beton cetak bertulang.
Thony beralasan, pagar dengan bahan besi akan lekas keropos. Bahkan, dibeberkannya, tak sedikit batang pagar siring yang patah hingga dicuri oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kami lihat seperti ada bekas digergaji bahkan ada yang di patah-patah,” ungkapnya.
“Ambil contoh, pagar siring di kawasan Ujung Murung, itu kan banyak yang hilang. Kemungkinan besi-besi pagar itu dijual kiloan,” tambahnya.
Lebih jauh, jika dipersentasekan menurutnya sekitar 25% dari keseluruhan pagar siring Sungai Martapura rusak.
Sehingga, agar tidak lagi rusak, karena keropos atau dicuri orang, di tahun 2022 pihaknya berencana mengganti seluruh pagar siring Sungai Martapura. Khususnya, yang berada di kawasan Jenderal Sudirman dan Ujung Murung.
“Tahun depan, di Jalan Jenderal Sudirman itu yang diganti sepanjang 300 meter. Biayanya sekitar 600 juta. Kemudian di Ujung Murung agak lebih panjang ukurannya, dengan biaya perbaikan sekitar Rp1 miliar. Dianggarkan tahun depan,” pungkasnya. (Zak/K-3)















