Kuala Kapuas, KP – Anggota Dewan Pertwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Noni Ermirawati, mendorong atensi pemerintah daerah terhadap lahan petani yang terdampak banjir rob atau air pasang naik.
“Terlebih, pascabanjir rob dan air pasang yang terjadi baru-baru ini khususnya di beberapa wilayah di Kabupaten Kapuas, berdampak pada sektor pertanian, akibat banjir sejumlah lahan pertanian dan perkebunan terendam,” kata Noni Ermirawati, di Kuala Kapuas, Minggu (19/12).
Hal itu juga, lanjut Legisltaor dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari para petani di wilayah Kecamatan Kapuas Timur dan Kecamatan Kapuas Kuala, kondisi lahan tergenang berakibat para petani gagal tanam di bulan Oktober-Maret (Okmar).
Atas kondisi itu, diharapkan pemerintah hadir, dalam meringankan beban para petani, semisal memberikan bantuan bibit dan saprodi kepada petani yang terdampak.
“Kami harapkan ada perhatian dari pemerintah daerah melalui dinas terkait atas kondisi pasca banjir rob dan berdampak pada lahan pertanian warga. Sebab kondisi saat ini tentunya membuat para petani kita harus mengalami kerugian akibat dampak lahan tergenang apakah bantuan berupa bibit dan lainnya,” harapnya.
Karenanya, wakil rakyat yang terpilih kembali dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kapuas V ini, meminta Dinas Pertanian setempat untuk memetakan, luasan dan wilayah mana saja yang terdampak banjir dan genangan serta wilayah mana saja yang rawan banjir.
“Sehingga, ke depan bisa diambil langkah-langkah antisipasi dan mitigasi agar sektor pertanian tetap terus berjalan,” terangnya.
Di sisi lain juga, tambahnya, imbas pandemi COVID-19 perekonomian masyarakat cukup terpuruk ditambah lagi dengan adanya banjir, sehingga bantuan dari pemerintah daerah akan mengurangi beban para petani.
“Sehingga sektor pertanian tetap berjalan dan berkembang,” demikian Noni Ermirawati. (Al)















