Oleh : Pergiwati Pristiana Kusuma, S.Psi
Penyuluh Narkoba
Dalam hidup kita seringkali fokus kepada bagaimana memberi cinta pada orang lain, bagaimana menjadi anak yang berbakti dan mencintai orang tua, bagaimana menjadi istri/suami yang baik dan mencintai keluarga. Dalam perjalanannya. Kita seringkali lupa bagaimana cara yang baik untuk mencintai diri sendiri. Padahal perlu mencintai diri sendiri terlebih dulu sebelum mencintai orang lain.
Di media sosial, sering menjumpai istilah yang dinamakan dengan ‘Self Love’, apa sih sebenarnya self love itu? Menurut Psikolog Monica Sulistiawati dalam akurat.co, self love adalah kemampuan manusia untuk dapat menerima segala kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri, menghargai diri sendiri, memberikan dukungan pada diri sendiri, berusaha berbuat baik untuk diri sendiri, dan berusaha memaafkan diri sendiri saat berbuat hal yang salah atau keliru. Karena seringkali mudah memaafkan orang lain ketika berbuat salah namun justru mudah untuk menyalahkan diri sendiri. Namun self love tidak diartikan dengan memenuhi kebutuhan diri sendiri dengan berbagai cara yang salah. Seperti menormalisasi perilaku konsumtif dan menang sendiri demi berdalih untuk self love, tentunya itu tidak sesuai dengan definisi self love yang dimaksud.
Lalu bagaimana cara agar kita bisa mencintai diri sendiri dengan optimal? Menurut satupersen.net cara untuk menumbuhkan self love adalah sebagai berikut : 1. Self Awareness (kesadaran diri). Sebelum menumbuhkan cinta pada diri sendiri, terlebih dahulu harus sadar tentang tujuan hidup, apakah kita sudah cukup mengenal diri sendiri dan apakah kita menyadari emosi apa yang sedang kita rasakan. Ketika sudah mengenal diri sendiri dengan dalam maka upaya mencintai diri sendiri dapat kita lakukan dengan mudah, masih ingat pepatah “tak kenal maka tak sayang kan?”; 2. Self Worth (harga diri). Self worth akan hadir ketika menyadari bahwa kita tidak perlu mengikuti standar orang lain untuk bisa diterima dan bahagia. Your Happiness is Yours; 3. Self Esteem (kepercayaan diri). Pentingnya mengetahui apa potensi dan kekurangan merupakan cara untuk meingkatkan kepercayaan diri. Kita bisa fokus pada apa yang bisa ditonjolkan dan berusaha memperbaiki kekurangan. Kita juga bisa mulai berhenti membanding bandingkan diri sendiri
dengan orang lain, yakinlah setiap orang memiliki timeline hidupnya masing masing dan tidak ada patokan keberhasilan yang pasti pada setiap orang; 4. Self Care (merawat diri). Banyak kesalahpahaman yang mengira bahwa self love artinya ‘menuruti’ apapun keinginan diri sendiri. Termasuk menolak menjaga pola makan sehat dengan dalih ingin melakukan self reward dengan makan makanan yang kurang bergizi. Hal tersebut perlu diluruskan. Self Care diartikan sebuah tindakan menjaga kesehatan diri baik fisik maupun mental. Menjaga kesehatan dapat dimulai dari menghindari makanan yang kurang sehat, dan rutin berolahraga. Kita juga bisa memulainya dengan me time seperti melakukan perawatan kulit dan rambut, menonton series, dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Self love juga kerap disalah artikan sebagai tindakan yang egois atau selfish, padahal nyatanya tidak demikian. Self Love dalam prakteknya harus memikirkan bagaimana keberadaan orang lain dan bagaimana cara kita menghargai orang yang berinteraksi dengan kita. Sedangkan selfish lebih cenderung kepada sikap mengutamakan diri sendiri dengan cara cara yang negatif serta tidak berusaha memikirkan bagaimana perasaan orang lain.
Dalam hubungannya dengan penyalahgunaan Narkoba, keterampilan untuk mencintai diri sendiri juga bisa digunakan untuk upaya pencegahan. Jika sudah ada rasa cinta pada diri sendiri maka kita tidak akan terpikirkan untuk merusak diri dengan akibat yang ditimbulkan dari Narkoba. Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa Narkoba memiliki efek yang sangat berbahaya, tidak hanya kerusakan organ tubuh namun juga kerusakan otak yang bisa berpengaruh pada pola pikir dan daya ingat. Maka menyalahgunakan Narkoba merupakan hal yang sia sia, merusak diri, dan tentunya berdampak negatif pada interaksi sosial dan keluarga.
Perjalanan mencintai diri sendiri memang bukan sesuatu hal yang mudah, latar belakang kehidupan yang berbeda beda, adanya trauma masa lalu, dan pola asuh orang tua menentukan proses terbentuknya rasa mencintai diri sendiri. Terkadang dalam perjalanannya kerap merasa insecure, dan cenderung menyalahkan diri sendiri ketika terjadi sesuatu, jika itu terjadi ingatlah sadari lah perasaanmu sendiri, cara memvalidasi emosi dapat membantu untuk merasa lebih baik, sadari pula bahwa dirimu berharga, bahwa apa yang terjadi sudah ditentukan jalannya oleh Tuhan Yang Maha Esa dan banyak variabel sehingga hal tersebut bisa terjadi.
You are Precious, Because Self Love is the new relationship goals.
War On Drugs. Dalas Hangit Kada Narkoba.













