Banjarmasin, KP – Guna memastikan ketinggian air dan wilayah mana saja yang terendam banjir rob, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin memutuskan untuk menyebar personilnya ke setiap sudut kota dalam giat monitoring banjir rob kali ini.
Koordinator Lapangan dalam giat tersebut, Andy Putera mengatakan, skema pelaksanaan monitoring kali ini merupakan instruksi dari Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Banjarmasin, Fahruraji dalam merespon kondisi alam yang terjadi di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan saat ini.
“Yang jelas, titik-titik rawan banjir rob di lima kecamatan, seluruhnya harus tercover,” ucapnya sebelum berangkat dalam giat monitoring tersebut, Senin (6/12) malam.
Ia membeberkan, wilayah paling parah terdampak banjir adalah pemukiman yang berada di bantaran sungai diantaranya Seberang Mesjid, Sungai Miai dan Alalak.
“Yang paling parah itu ada di wilayah Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Barat,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi air pasang yang terjadi di Banjarmasin memang tidak bisa diprediksi. Pasalnya terjadi selalu perubahan ketinggian permukaan air.”Terakhir kita cek ketinggian air sudah berada di 1,65 MDPL,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya mengimbau agar warga untuk selalu waspada atas kondisi alam yang bakal terjadi hingga pertengahan Desember mendatang.
“Amankan peralatan listrik. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika menemukan hewan liar masuk ke rumah langsung saja hubungi kami,” imbuhnya.
“Kemudian kita juga minta agar anak-anak untuk tidak bermain air yang berlebihan ketika air menggenangi jalanan atau kawasan permukiman. Kita tidak tau kalau nantinya terdapat benda yang bisa melukai anak sewaktu dia bermain,” pungkasnya.
Berdasarkan monitoring yang dilakukan BPBD diantaranya di sekitar kawasan Sungai Andai hingga, kawasan Sungai Biuku. Ketinggian air terpantau ketinggian air rob berada diatas mata kaki orang dewasa.
Saat dibincangi awak media, Koordinator Rescue Mobile BPBD Banjarmasin Yosie memaparkan, beberapa kecamatan di kota Seribu Sungai ini masih dalam kondisi aman.
Berbeda dari malam sebelumnya, ketinggian air rob yang meningkat dibarengi dengan curah hujan yang tinggi. “Ketinggian air 1 jengkal orang dewasa saja. Jadi relatif aman meski ada kenaikan air,” tuturnya.
“Bedanya juga dari segi cuaca. Kalau malam kemarin ada angin dan hujan deras. Jadi arusnya cukup deras,” sambungnya.
Adapun pemantauan yang dilaksanakan pihaknya yakni terkait debit air, kecepatan arus serta memberikan antisipasi dan himbauan terhadap warga untuk memindahkan peralatan elektronik ketempat lebih tinggi. “Peralatan ya tentunya, kami himbau agar dievakuasi lebih dini,” pesannya.
Ia pun menghimbau, kepada masyarakat agar terus mewaspadai akan adanya banjir rob susulan.
“Kalau malam ini lumayan landai, namun tidak menutup kemungkinan Pin 2 (air pasang kedua) akan ada,” tandasnya. (Zak/K-3)















