Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Pentingnya Computational Thingking Bagi Generasi Muda

×

Pentingnya Computational Thingking Bagi Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

Oleh : Putri
Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi
Universitas Sari Mulia

Perubahan dari dekade ke dekade selanjutnya terus mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Hadirnya sosial media yang menawarkan berbagai macam fasilitas dan kemudahan harus di imbangi dengan cara berpikir yang konstruktif. Berpikir konstruktif sama dengan hal nya dengan berpikir computational thinking. Computational thinking atau pemikiran komputasional adalah cara berpikir untuk menyelesaikan suatu masalah dan ini sangat penting bagi generasi muda era digital.

Kalimantan Post

Computational Thinking juga merupakan teknik berfikir dengan perhitungan matematis. Sehingga beberapa pakar berpendapat, bahwa Computational Thinking adalah modal untuk mengantarkan generasi muda ke peradaban yang lebih modern di masa yang akan datang. Modal ini penting untuk dipelajari dan diajarkan dalam dunia pendidikan sebagai garda terdepan dalam pencetakan generasi masa depan.

Namun tak perlu jauh-jauh untuk merasakan dampak positif dan manfaat dari computational thinking ini. Contohnya dengan Computational Thinking dapat juga digunakan untuk mendukung pemecahan masalah disemua disiplin ilmu, termasuk humaniora, matematika, dan ilmu pengetahuan. Computational Thinking sangat melatih otak untuk terbiasa berfikir secara logis, terstruktur dan kreatif.

Konsep dan proses komputasi mempunyai daya tarik yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dapat terselesaikan dengan cepat, memerlukan sedikit sumber daya manusia, waktu, maupun ruang penyimpanan fisik dan digital. Jawaban yang dihasilkan merupakan jawaban yang tepat dan akurat.

Semakin menguasai materi tentang computational thinking, hidup dan aktfiitas seseorang akan menjadi lebih efisien dan efektif sehingga bisa meningkatkan produktifitas pada kehidupan. Dan tentu saja, kebutuhan tentang computational thinking akan semakin meningkat seiring dengan kecanggihan komputer dan gadget yang ada di sekitar kita.

Computational thinking melibatkan pemecahan masalah, perancangan sistem, memahami perilaku manusia dengan berkaca pada konsep-konsep dasar ilmu computer (Wing 2006, hlm. 33). Computational Thinking ini adalah sebuah cara berhitung matematis tapi tanpa angka (Kanghadad 2021) Computational Thinking berperan penting dalam pengembangan aplikasi komputer, namun Computational Thinking dapat juga digunakan untuk mendukung pemecahan masalah disemua disiplin ilmu, termasuk humaniora, matematika, dan ilmu pengetahuan (RAC, 2015, Sejarah computational thinking).

Baca Juga :  Penjaga Sunyi Informasi Bangsa

Computational thinking atau pemikiran komputasional adalah cara berpikir untuk menyelesaikan suatu masalah dan ini sangat penting bagi generasi muda era digital, namun Computational thinking juga dapat digunakan untuk mendukung pemecahan masalah disemua disiplin ilmu, contohnya dibeberapa bidang pendidikan. Melatih otak untuk terbiasa berfikir secara logis, terstruktur dan kreatif itulah peran computational thinking.

Computational thinking konsep dan prosesnya memiliki daya tarik, karena bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dapat terselesaikan dengan cepat, misalnya ingin menggunakan computational thinking untuk menyelesaikan masalah, mungkin saja memerlukan sedikit sumber daya manusia, waktu, maupun ruang penyimpanan fisik dan digital. Agar jawaban dari menyelesaikan masalah yang dihasilkan merupakan jawaban yang tepat dan akurat.

Menurut penelitian sebelumnya Cisco memprediksi di tahun 2020 bahwa Indonesia memasuki era digital dalam berkomputasi atau bercomputational thinking, dimana pada masa tersebut diseluruh aktifitas-aktifitas yang akan dilakukan oleh manusia sangatlah bergantung kepada komputer karena dinilai paling efektif. Dibeberapa negara contohnya Inggris sudah diperkenalkan dan diterapkan mengenai konsep Computational Thinking secara formal sedangkan di Indonesia belum dikenalkan secara formal.

Akan tetapi Google di Indonesia memiliki cita-cita yang akan direalisasikan mengenai pengenalan konsep Computational Thinking di Indonesia. Dalam mewujudkan keinginan memasuki era digital dalam berkomputasi, Google Indonesia akan melakukan kerjasama dengan Universitas yang ada diindonesia untuk mendapatkan cara pembelajaran konsep Computational Thinking yang tepat dalam versi Bahasa Indonesia untuk generasi muda, karena mengingat kesenjangan digital yang ada di Indonesia di karenakan hingga saat ini belum adanya metode baku pembelajaran di Indonesia khususnya tingkat SMA. Ada juga secara bahasa Computational Thinking, yaitu teknik berfikir dengan menggunakan perhitungan matematis. Sehingga ada beberapa pakar berpendapat, bahwa Computational Thinking merupakan modal untuk mengantarkan masyarakat ke peradaban yang lebih modern di masa yang akan datang. Modal ini sangat penting untuk dipelajari dan diajarkan dalam dunia pendidikan sebagai wadah garda terdepan dalam pencetakan generasi masa depan. Namun para gene
rasi muda saat ini tak perlu jauh-jauh untuk merasakan dampak positif dan manfaat dari computational thinking ini.

Baca Juga :  ZUHUD MENURUT ULAMA SUFI

Karena semakin menguasai materi tentang computational thinking, hidup dan aktfiitas seseorang akan menjadi lebih efisien dan efektif sehingga bisa membuat generasi muda meningkatkan produktifitas pada kehidupan masa depan. Dan tentu saja, kebutuhan tentang computational thinking akan semakin meningkat dengan seiring adanya kecanggihan komputer dan gadget yang ada di sekitar kita. Oleh karena itu berpikir secara computational sangatlah penting untuk generasi-generasi muda masa depan.

Dengan generasi mengusai konsep dan pengetahuan Computational Thinking, ini sangat membantu masyarakat dalam menyelesaikan banyak problem. Contohnya untuk digunakan mendukung pemecahan masalah disemua bidang disiplin ilmu, termasuk humaniora, matematika, dan ilmu pengetahuan. Computtional Thinking melatih otak untuk terbiasa berfikir secara logis, terstruktur dan kreatif, oleh sebab itu saya sangat berharap bahwasanya generasi muda menggunakan computational thinking sebagai konsep dan proses untuk menyelesaikan masalah yang saat ini banyak terjadi pada generasi muda.

Computational thinking sangat baik diterapkan sedini mungkin untuk mengasah keahlian guna menyelesaikan masalah yang rumit di masa depan. Dengan kemampuan computational thinking ini, sangat diharapkan generasi-generasi muda dapat menerapkan dalam bidang pendidikan, sosial dan kehidupan sehari-hari sehingga generasi muda dapat berpikir secara logis, terstruktur dan kreatif.

Dari konsep Computational thinking inilah, akhirnya akan menyadari bahwa masa depan bukan hanya soal kecanggihan teknologi saja tetapi bagaimana cara agar bisa menyelesaikan masalah dengan efisien dan efektif sehingga bisa meningkatkan produktifitas pada kehidupan masa depan. Oeh karena itu, generasi muda membutuhkan computational thinking agar cara berpikir generasi muda akan semakin meningkat seiring dengan menggunakan kecanggihan komputer dan gadget yang ada di sekitar.

Iklan
Iklan