BANJARMASIN, KP – Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengantisipasi terja-dinya kelangkaan gula pasir di pasaran, dengan melakukan koordinasi bersama Direktur Kebutuhan Pokok Kemente-rian Perdagangan RI.


Dalam rapat koordinasi itu juga melibatkan Bank Indone-sia (BI) Kanwil Kalsel, Satgas Pangan Polda Kalsel, Bulog Divre Kalsel, Dinas Ketahanan Pangan Kalsel, distributor gula serta pelaku usaha ritel modern dan pihak terkait lainnya da-lam menjaga stabilisasi dan ke-tersediaan gula pasir di Kalsel.


Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, mengung-kapkan, koordinasi dilakukan setelah memperhatikan per-kembangan ketersediaan gula pasir di tingkat distributor, ritel modern, dan pedagang besar di Banjarmasin dan sekitarnya.


“Sejak November 2021 mu-lai terjadi penurunan, dan pada minggu ke dua Januari 2022 ketersediaannya turun drastis hingga sekitar 50 persen, se-hingga perlu dilakukan lang-kah agar hal ini bisa teratasi,” kata Birhasani baru-baru ini, mengutip Media Center Kalsel.


Diketahui, suplai gula dari luar daerah menurun drastis akibat beberapa pabrik gula tidak berproduksi karena kekurangan bahan baku. Sedangkan bahan baku impor, raw sugar, masih dalam proses.


Sebagai salah satu komoditas pokok, produksi gula oleh petani tebu dalam negeri be-lum mampu untuk memenuhi kebutuhan nasional. Namun pada saat yang bersamaan, impor gula juga diatur secara ketat dengan berbagai ketentuan.


Dalam regulasi tersebut, Ke-menterian Perdagangan me-ngizinkan impor gula hanya untuk memenuhi kebutuhan industri, memenuhi stok gula nasional dan menstabilkan harga.

Berita Lainnya
1 dari 1.317
loading...


Meskipun negara mengizin-kan sektor swasta untuk meng-impor gula, tetapi hanya gula mentah dan rafinasi untuk ke-perluan industri dan pemurni-an. Impor gula putih untuk konsumsi rumah tangga merupakan urusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


Di sisi lain, Birhasani meng-imbau agar para distributor gula di Kalsel bisa menjaga ke-tersediaan dan terus berupaya menambah suplai, dengan mencari sumber atau pabrik gula baru yang ada di luar daerah.


Selain itu, para distributor juga diminta untuk menghindari terjadinya penimbunan dan monopoli, melakukan distribusi dengan mengutamakan daerah Kabupaten/Kota di Kalsel. Saat ini harga gula mencapai Rp15.000/kg, dima-na harga normalnya hanya Rp12.500/kg.


Dirinya juga meminta Bulog Divisi Regional Kalsel beserta Dinas Ketahanan Pangan Kal-sel untuk menyiapkan operasi pasar, dengan menggandeng Reskrimsus atau Satgas Pang-an Polda Kalsel beserta Polres Kabupaten/kota.


“Ini bertujuan untuk meni-ngkatkan pengawasan agar mencegah terjadinya penimbu-nan, monopoli, penyalahgunaan dan kelancaran distribusi bekerja sama dengan pihak terkait lainnya,” terangnya.


Birhasani juga mengharapkan para pedagang tidak me-nimbun gula dan tidak menaik-kan harga secara tak wajar. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, jangan mela-kukan aksi borong dan berhemat dalam penggunaan gula.


“Pemerintah terus berupaya agar gula tetap tersedia dengan harga yang wajar,” imbuhnya. (Opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya