“Takutnya nanti, sudah harganya mahal, gula pasir malah susah dicari. Semoga semuanya aman terkendali, baik harga maupun stoknya,” harap ibu dua anak itu.
BANJARMASIN, KP – Memasuki tahun 2022 harga sejumlah bahan pokok terpantau mengalami kenaikan. Misalnya saja gula pasir yang naiknya
cukup signifikan. Sebelumnya, dijual Rp12.500 per kilogram (kg), saat ini harganya melonjak hingga mencapai Rp15 ribu per kg.
Kenaikan harga gula pasir ini dikeluhkan oleh sejumlah konsumen. Salah satunya adalah Jasmin, warga Sungai Andai, Banjarmasin, yang sehari-harinya membuat dan menjual aneka kue.
Ia sendiri mengaku tak mengira harga gula pasir naik cukup banyak. Padahal, komoditas ini merupakan salah satu bahan utamanya dalam membuat kue.
“Pengeluaran jadi besar, sementara harga jual kue tidak naik. Bukan apa-apa, kalo dinaikkan takutnya pelanggan kecewa dan nggak mau beli lagi,” ujar Jasmin.
Yasmin menuturkan, untuk membuat kue bolu sarang semut lebih banyak menggunakan gula pasir. Misal saja, gulanya dikurangi, otomatis kue tidak akan mengembang, karena dalam proses pembuatannya sudah ada takaran gulanya.
“Rasanya akan beda dan yang pasti hasilnya tidak akan maksimal,” katanya
Jasmin juga khawatir, harga gula akan semakin tinggi saat mendekati bulan Ramadhan.
“Padahal bulan puasa masih lama, tapi harga gula pasir sudah naik. Bagaimana bulan puasa nanti?,” imbuhnya.
Ia berharap, walaupun harga mahal, tapi stok gula pasir tetap tersedia di Banjarmasin.
“Takutnya nanti, sudah harganya mahal, gula pasir malah susah dicari. Semoga semuanya aman terkendali, baik harga maupun stoknya,” harap ibu dua anak itu.
Kondisi ini, juga dibenarkan Mayang, salah seorang pedagang sembako di bilangan Jalan Sungai Miai, Banjarmasin, jika harga gula pasir naik dalam dua pekan belakang.
“Iya, sejak awal bulan harga gula pasir naiknya lumayan. Mulai Rp12.500 jadi Rp14.500 sampai hari ini Rp15.000.
Dari agen memang sudah naik duluan. Jadi, kami hanya menyesuaikan harga jual saja, supaya jangan rugi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel, Birhasani, mengungkapkan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, termasuk gula pasir memang sering terjadi di awal-awal tahun.
“Hal ini juga dipengaruhi kondisi gelombang tinggi di laut. Sehingga, pengiriman sembako sempat tertunda dari Pulau Jawa ke Banjarmasin, termasuk gula pasir. Kita berharap, dua atau tiga pekan ke depan cuaca kembali normal, dan harga gula juga pasir kembali normal,” terangnya. (Opq/K-1)















