Banjarmasin, KP – Screening vaksinasi di Kota Banjarmasin menjadi lebih ketat pasca terungkapnya keberadaan joki vaksin pada Rabu (5/1) kemarin di Puskesmas Terminal.
Kabar itu ternyata sudah sampai ke telinga Pemerintah setempat. Ahasil, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menginstruksikan agar seluruh petugas vaksinasi bisa lebih ketat dalam melakukan screening peserta vaksinasi.
Ia menekankan instruksi tersebut kepada petugas skrining di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dalam menjalankan tugas untuk benar-benar bisa memeriksa orang yang akan divaksin.
“Saya sudah intruksikan kepada petugas skrining untuk betul-betul memeriksa dengan membuka maskernya saat screening awal (pendaftaran) untuk mencocokkan wajah calon penerima vaksin,” ucapnya saat ditemui awak media di lobi Balai Kota, Kamis (6/1) siang.
Pengetatan yang dilakukan pihaknya tersebut kejadian joki vaksin ini bukan tanpa alasan. Hal itu dikarenakan kejadian joki vaksin yang baru saja terungkap ke publik tersebut tidak hanya kali ini saja terjadi.
Pasalnya, mantan Wakil Direktur (Wadir) Bidang Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum Kalsel itu membeberkan, joki vaksin ini sudah dua kali terjadi di puskesmas yang sama. Yakni Puskesmas Terminal.
“Ini merupakan kali kedua terjadi di Puskesmas Terminal, untung saja belum sempat diberi vaksin. Tapi upaya perjokian itu berhasil digagalkan oleh petugas kita,” pungkasnya.
Karena itu, ia berharap agar seluruh tim vaksinator bisa benar-benar teliti dalam menjalankan tugasnya.
“Apalagi kasus serupa juga sudah terjadi di daerah luar Kalimantan. Dan itu (pemeriksaan calon penerima vaksin) tentu menjadi tugas yang seharusnya dijalankan oleh petugas kita. Jangan sampai terjadi lagi joki-joki vaksin ini,” tandasnya.
Sebelumnya joki vaksinasi Covid-19 ini juga terjadi di daerah Pinrang, Sulawesi Selatan dan Semarang, Jawa Tengah.
Beruntung kasus joki vaksin tersebut di Banjarmasin ini belum diberikan vaksin, lantaran petugas skrining di Puskesmas Terminal, Banjarmasin Timur ini merasa curiga terhadap salah seorang warga yang ngotot minta di vaksin.
Disampaikan dr Vita Kartika Rakhma, petugas skrining di Puskesmas Terminal, menceritakan kronologis bahwa diduga adanya joki vaksin di puskesmas tempatnya bekerja, yang terjadi Rabu (5/1) kemarin.
“Tadi saya bertugas di skrining vaksinasi. Saat saya periksa, yang bersangkutan mengaku bernama Muhammad Amin, mau vaksin kedua, namun yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan kartu vaksinasi yang pertama,” ujarnya, Kamis (6/1) siang.
“Saya minta tunjukkan SMS vaksinasi, yang bersangkutan bilang sudah dihapus. Saya minta identitas, dia bilang tidak bawa KTP, SIM, atau identitas apapun. Saya cek di aplikasi, kebetulan yang bersangkutan salah menulis NIK di form pendaftaran, jadi data tidak muncul,” sambungnya.
Kemudian, dr Vita kembali bertanya tentang tanggal lahir, yang bersangkutan ragu-ragu menjawab sambil melihat HP.
“Saya minta dia pulang dulu untuk mengambil KTP,” bebernya.
Kemudian tidak lama, orang yang mengaku bernama Muhammad Amin tersebut kembali lagi, menunjukkan kartu vaksin pertama di HP.
“Saya tetap menanyakan KTP, dengan alasan supaya bisa diinput. Dia menunjukkan foto KTP di chat yang sama dengan chat yang mengirimkan kartu vaksinasi tadi,” jelasnya.
“Kemudian saya minta ia untuk buka masker, ternyata beda dengan foto KTP. Yang bersangkutan berkilah berat badan turun. Saya scroll isi chatnya berisi instruksi dari seseorang kepadanya mengenai proses pendaftaran vaksinasi dan penjelasan data apa saja yang ada di kartu vaksin. Saya tanya, ini apa? Yang bersangkutan langsung panik, merebut HP, dan kabur,” tambahnya.
Karena terduga joki vaksin tersebut langsung kabur dr Vita pun lantas berteriak meminta bantuan petugas keamanan Puskesmas untuk menangkap warga yang mengaku bernama Muhammad Amin tersebut.
“Yang bersangkutan dikejar dan ditangkap oleh Pak Iin (Petugas Keamanan) dibantu warga,” tuturnya.
Sebelumnya dr Vita juga mengatakan bahwa petugas registrasi merasa curiga, karena orang tersebut bersikeras tidak ingin menunjukan KTP.
“Tapi ketika menyampaikan NIK datanya benar jadi diberikan lewat di meja registrasi,” bebernya.
Berkaitan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, menyampaikan bahwa ia sudah mendapatkan laporan dari Kepala Puskesmas Terminal tentang adanya dugaan joki vaksin tersebut.
“Itu sudah kita laporkan oleh petugas kita dengan cepat kemarin itu juga,” tuntasnya. (Zak/KPO-1)















