Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Mahasiswa Bicara Pentingnya Literasi Digital

×

Mahasiswa Bicara Pentingnya Literasi Digital

Sebarkan artikel ini
Hal 10 25 KLm Mahasiswa Bicara scaled
MELINGKAR - Mahasiswa FISIP ULM duduk melingkar melakukan diskusi tingan dengan pembahasan pentingnya literasi digital. (KP/Zakiri )

Banjarmasin, KP – Maha-siswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar diskusi santai bertajuk ‘Mahasiswa Bicara’ di gedung baru Fisip ULM, Rabu (19/1) siang.


Mengusung tema ‘Penting-nya Literasi Digital bagi Masyarakat’, diskusi ini menghadirkan tiga pembicara dari kalangan Mahasiswa, yakni Achmad Naufal, Angelina Jackuline Walukow, dan Asri Alkirani.

Kalimantan Post


Dipandu Dr Fahrianoor, SIP, M.Si selaku moderator, ketiga pembicara membawa-kan materi dengan metode sharing atau berbagi cerita tentang pengalaman mereka terhadap tema yang diangkat.


Dalam pemaparannya, pembicara pertama Achmad Naufal menarasikan manfaat teknologi yang ia rasakan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi yang positif, akan sangat membantu dalam pro-ses belajar.


“Generasi saya sangat me-rasakan perubahan teknologi. Misalnya dulu susah mengakses internet, sekarang Alhamdulillah sudah mudah,” ucapnya.


Naufal mencontohkan saat dirinya masih duduk di bangku SMA, Ia lupa mencatat rumus matematika yang diberikan guru, alhasil, Naufal mencari rumus tersebut di internet.


“Dan ternyata, saya menemukan rumus yang lebih sederhana di internet,” kata Naufal.


Pembicara kedua, Angelina Jackuline Walukow memaparkan tentang bagaimana judul-judul clickbait pada sebuah tulisan bisa merang-sang dan meningkatkan pembaca atau viewers.


“Judul yang terkesan bombastis dalam rangka menarik pembaca, bisa berdampak positif maupun negatif. Pembaca pun bisa tidak percaya jika ada gap atau perbedaan yang terlalu jauh, antara judul dan isi tulisan atau artikel,” tandasnya.

Sementara, Asri Alkirani sebagai pembicara berikutnya menekankan pada pentingnya menggunakan media sosial secara bijak. Menurutnya, seseorang yang terlalu ekspresif di media sosial justru akan menimbulkan efek samping negatif, meski tujuannya mencari simpati.


“Sisi negatifnya bisa menimbulkan Kecemasan, cyber crime, bahkan perundungan. Jadi, hendaknya seseorang bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” kata Asri.

Baca Juga :  Dukung Pelayanan Pajak, Pemkab Kapuas Hibahkan Aset Daerah Berupa Tanah dan Bangunan


Dr Fahrianoor, SIP, M.Si, dosen ilmu Komunikasi FISIP ULM mengapresiasi adanya kegiatan positif yang digagas oleh mahasiswa tersebut. Menurutnya, momentum ini sangat ditengah gersangnya tradisi ilmiah berdiskusi.


“Ini adalah forumnya mahasiswa. Dosen hanya memfasilitasi. Semoga kegelisahan-kegelisahan mahasiswa ini bisa mewakili yang lain. Karena budaya diskusi harus ada diantara mahasiswa,” ungkapnya.


Kedepan, kegiatan ini rencananya akan digelar secara rutin, dengan tema pembahasan yang berbeda di setiap pertemuan. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan