Oleh : Hj Noor Miyati, S.Ag, M.Pd
Guru PAI SMP Negeri 13 Banjarmasin
Pada perkembangan zaman saat ini, ilmu dan teknologi semakin berkembang pesat dan arus globalisasi juga semakin hebat maka muncullah persaingan di bidang pendidikan. Sampai saat ini, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) masih tersingkirkan dari mata pelajaran umum. Hal ini terlihat dari siswa yang lebih antusias belajar mata pelajaran umum dibandingkan dengan mata pelajaran PAI.
Penyelenggaraan pembejaran PAI di jenjang SMP, masih mengalami berbagai kendala, alah satunya kesulitan belajar, yang bisa dilihat dari masih adanya siswa yang enggan belajar dan tidak bersemangat menerima pelajaran dikelas. Sebagian dari siswa kurang berminat dan termotivasi untuk mempelajari mata pelajaran PAI tersebut. Terkait dengan motivasi yang dimiliki siswa, ada yang memiliki motivasi tinggi dan ada yang memiliki motivasi rendah. Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, maka saat ini yang perlu diperhatikan oleh seorang guru PAI agar mencapai hasil yang maksimal adalah membuat perencanaan pelaksanaan pembelajaran dengan baik yang tentunya didalam rencana tersebut sudah disi dengan berbagai cara atau metode untuk mencapai tujuan proses belajar mengajar.
Selain membuat perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan dalam mengajar, dalam menumbuhkan motivasi belajar peserta didik perlu adanya strategi atau pendekatan yang dilakukan oleh seorang pendidik. Strategi yaitu pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan, perencanaan dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian, salah satu pembelajaran yang menunjang pendidikan Agama Islam adalah Strategi atau pendekatan untuk meningkatkan motivasi belajar yang akan membawa peserta didik ke arah belajar yang efektif dan efisien yang menekankan keaktifan peserta didik secara fisik, mental, intelektual dan emosional.
Guna mendapatkan motivasi belajar yang maksimal seorang siswa harus memiliki kemauan dari dalam diri siswa sendiri. berhasilnya siswa dalam memiliki motivasi belajar bisa dilihat melalui beberapa aspek. Pertama, hasrat dan keinginan belajar. Bagi seorang pendidik untuk menumbuhkan hasrat dan keinginan belajar seorang siswa tidaklah mudah. Oleh karena itu, pendidik harus melakukan suatu tindakan sebagai bentuk perhatian pendidik terhadap siswa dalam menumbuhkan hasrat dan keinginan belajar. Kedua, dorongan dan kebutuhan dalam belajar. Siswa merasa senang dan memiliki rasa ingin tahu sehingga dia belajar. Siswa yang berminat dalam pelajaran akan mengikuti kegiatan proses belajar mengajar dengan rasa senang, sehingga siswa tersebut menganggap bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan bukan hanya suatu kewajiban. Ketiga, harapan dan cita-cita masa depan. Harapan didasari pada keyakinan bahwa orang dipengaruhi oleh perasaan mereka tentang gambaran hasil tindakan mereka, contohnya siswa yang memiliki gambaran dan tujuan yang jelas mengenai masa depannya. Selain itu siswa juga memiliki harapan yang tinggi agar cita-citanya dapat terwujud. Keempat, penghargaan dan pembelajaran. guru PAI sudah melakukan feedback dengan baik. seperti halnya saat pelajaran dimulai guru memberikan pertanyaan dan murid menjawab, apabila murid bisa menjawab guru akan memberikan applause (tepuk tangan) kepada siswa tersebut, apabila siswa tidak bisa menjawab atau menjawab dengan tidak benar guru juga tetap memberikan applause (tepuk tangan) agar siswa tetap termotivasi lebih giat belajar.
Kelima, kegiatan yang menarik dalam belajar. Dalam hal ini guru melakukan diskusi dengan mengelompokkan siswa terlebih dahulu, kemudian melakukan diskusi, kemudian dilanjutkan oleh pertanyaan. Jika setiap kelompok bisa menjawab pertanyaan, maka kelompok tersebut akan mendapatkan poin. Dari poin tersebut peserta didik akan berlomba-lomba untuk mendapatkan poin paling banyak. Kelompok yang mendapatkan poin paling banyak akan mendapatkan hadiah istimewa dari guru tersebut. Dari kegiatan seperti itu, tidak akan membuat kelas menjadi monoton. Akan tetapi kelas menjadi lebih terasa hidup. Keenam, lingkungan belajar yang kondusif. Pengaruh lingkungan – lingkungan belajar yang kondusif merupakan salah satu faktor pendorong belajar anak didik, demikian anak didik mampu memperoleh bantuan yang tepat dalam mengatasi kesulitan atau masalah dalam belajar. Dalam hal ini guru dituntut untuk bisa membuat lingkungan belajar menjadi menyenangkan, contohnya penataan ruang kelas yang nyaman.
Motivasi belajar tidak hanya berasal dari faktor lingkungan sekolah saja, ada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi siswa dalam belajar, yaitu faktor lingkungan keluarga dan masyarakat. Akan tetapi, motivasi yang terdapat dari faktor eksternal saja tidak cukup untuk memberikan motivasi yang lebih pada siswa, siswa harus memiliki motivasi yang diperoleh dari diri sendiri atau faktor internal untuk membangkitkan minatnya.
Guru memiliki peranan yang penting dalam hal meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Karena setiap individu memiliki perbedaan dalam tingkah laku yang membuat mereka berbeda dalam mempunyai semangat dan motivasi belajar. Untuk itu, guru PAI menyusun berbagai upaya untuk menumbuhkan motivasi belajar yang ada pada peserta didik, yaitu antara lain : pertama, guru menyiapkan perencanaan pembelajaran Setiap guru berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar proses pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk selalu berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi peserta didik, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Kedua, guru melaksanaan pembelajaran sesuai dengan perencanaan pembelajaran. Setelah membuat perencanaan pembelajaran, tugas guru adalah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan perangkat pembelajaran yang sudah ditentukan.
Ketiga, guru memberikan umpan balik pada peserta didik. Guru PAI perlu memberikan umpan balik terhadap peserta didik. Terbukti dengan guru memberikan applause kepada peserta didik, pada saat peserta didik bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh guru. Tidak hanya applause saja, guru juga memberikan komentar yang positif setiap peserta didik bisa menjawab pertanyaan ataupun tidak bisa menjawab pertanyaan kemudian ditambahkan reward.
Keempat, guru melaksanakan komunikasi pengetahuan terhadap peserta didik. Diterapkannya komunikasi yang baik bertujuan menimbulkan hasil yang memuaskan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dengan menerapkan komunikasi yang aktif dan berkelanjutan memungkinkan siswa untuk meningkatkan minat belajar siswa terutama pada pelajaran pendidikan agama islam.
Kelima, guru sebagai model pembelajaran nyata Guru merupakan sosok yang memiliki beberapa keunggulan dari profesi lain. Dikatakan demikian, dengan meminjam istilah dari bahasa Jawa guru kepanjangan dari digugu (dipercaya) dan ditiru (dicontoh) adalah sebuah profesi yang patut dijunjung tinggi. Sebagai upaya dari implementasi guru yang notabene digugu dan ditiru tersebut maka sepatutnyalah guru layak menjadi model untuk menuju pendidikan yang berbasis karakter, budaya dan moral dalam mengantarkan anak-anak bangsa menuju bangsa yang maju dan beradab.
Keenam, penggunaan metode yang bervariasi. Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa tentunya seorang guru harus mengetahui berbagai macam metode, dan memilih metode yang tepat dalam pembelajaran. ketidaktepatan pemilihan metode mengajar, mengakibatkan kurang efektif dan efisien yang akan mempengaruhi belajar siswa.
Ketujuh, menciptakan suasana kelas yang kondusif. Berdasarkan obervasi penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, ditemukan bahwa sebagai seorang guru PAI metode yang sering digunakan adalah ceramah, namun metode tersebut jika tidak diimbangi dengan model pembelajaran yang lain akan menyebabkan kejenuhan didalam kelas.
Kedelapan, antusias dalam mengajar. Guru perlu menerapkan Empat S yaitu senyum, sapa, salam, santun. Pada saat guru masuk kelas guru sudah memperlihatkan wajah tersenyum, sebelum memulai pelajaran guru juga menyapa dan memberi salam kepada peserta didik seperti “apa kabar hari ini?” dan guru tidak pernah berkata kasar meskipun dalam benak guru merasakan ketidak nyamanan tingkah laku peserta didik.
Kesembilan. Pemberian hukuman. Guru perlu melaksanakan hukuman terhadap peserta didik yang bermasalah. Pendidik menggunakan dengan mengingatkan, menegur, dan menasehati sesekali memberikan hukuman ringan bukan menggunakan kekerasan karean emosi. Bahkan guru menghukum peserta didik tidak boleh mengikuti pelajaran karena telat, disamping itu guru juga memberikan tugas tambahan kepada peserta didik dengan meresume ketika mereka melakukan kesalahan seperti gaduh dikelas
Kesepuluh, Pemberian Penghargaan (Reward). Dalam proses belajar mengajar guru perlu memperhatikan reward terhadap peserta didik, hal ini mungkin akan efektif bagi peserta didik untuk memotivasi belajar. pemberian penghargaan ini bisa seperti nilai, hadiah, pujian dan sebagainya.
Kesebelas, Kompetisi. Kompetisi persaingan baik yang individu atau kelompok bisa menjadi sarana untuk memotivasi belajar peserta didik. Karena jika terjadi adanya kompetisi persaingan, terkadang akan membuat peserta didik menjadi lebih bersemangat dalam mencapai hasil yang makasimal. Bentuk kegiatan yang digunakan guru PAI dalam menciptakan suasana yang kompetitif biasanya guru melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang membuat peserta didik terpancing untuk menyampaikan tanggapan. Sesekali guru juga membuat kelas lomba cerdas cermat berkenaan materi PAI yang menuntut siswa harus memberikan jawaban.
Motivasi sangat penting merangsang hasrat dan kemauan siswa untuk belajar tidak hanya didalam kelas. Akan tetapi disetiap aktifitas belajar baik yang dilakukan di dalam ataupun di luar kelas, seperti kegiatan belajar di rumah harus ada motivasi belajar. Peran motivasi belajar dalam proses pembelajaran sangat besar. Keberhasilan seorang guru dalam melaksanakan sistem pembelajaran bergantung pada upaya guru membangkitkan motivasi belajar siswa-siswanya. Besar kecilnya motivasi akan menentukan tinggi rendahnya prestasi belajar yang diperoleh seorang siswa.













