Banjarmasin, KP – Gajali Rahman, sang joki vaksin ini merima tawaran lantaran himpitan ekonomi sehingga ia mau melakukannya.
“Saya dibayar kisaran Rp150 rubu sampai Rp200 ribu. saya menerima tawaran ini karena tidak ada uang dan tidak ada kerjaan,” ujar Gazali.
Selain keperluan ekonomi, Gajali menjelaskan bahwa ia ingin ikut vaksin tapi tidak mempunyai KTP.
“Pengen ikut vaksin tapi tidak ada KTP, karena disita isteri saya supaya tidak bisa kawin lagi,” katanya.
Terungkapnya aksi joki ini sendiri berawal dari pelaku yang datang ke Puskesmas Terminal, Banjarmasin Timur untuk melaksanakan vaksin COVID-19 dosis kedua.
Saat tahap screning, pelaku ditanya oleh dokter dan tidak bisa bisa menunjukan kartu vaksin dosis 1 dan mengaku ketinggalan.
Tak berapa lama, pelaku juga ditanya dokter untuk SMS notifikasi vaksin dan menjawab sudah terhapus.
Oleh sang dokter kembali menanyakan kartu identitas lainnya seperti SIM dan lainnya dan lagi dijawab tidak membawa.
Tak langsung percaya, Dokter yang bertugas mengecek dalam aplikasi menemukan kalau pelaku salah menulis NIK di form pendaftaran, sehingga data tidak muncul.
Dokter pun meminta pelaku untuk pulang dulu mengambil KTP dan kartu vaksinasi dosis 1.
Pria tersebut lalu pulang dan kembali lagi sekitar 30 menit dan menunjukan kartu vaksinasi dosis 1 namun lewat HP saja.
Tak percaya begitu saja, Dokter meminta lagi pelaku menunjukan KTP namun hanya bisa menunjukan foto KTP yang ada di HPnya.
Merasa curiga, ia pun meminta pelaku untuk membuka masker, dan wajahnya dengan foto di KTP yang ada di HP sangat berbeda.
Pria tersebut berkilah kalau dirinya sedang mengalami turun berat badan sehingga foto tersebut berbeda dengan wajahnya.
Gerak gerik yang mencurigakan serta dilihat isi chat dalam HP pelaku ternyata isinya mengenai instruksi dari seseorang kepada pelaku mengenai proses vaksinasi dan penjelasan data apa saja saat pelaksanaan vaksin.
Saat dokter menanyakan mengenai isi chat, pelaku langsung panik dan merebut HP tersebut dan kabur keluar Puskesmas Terminal. Namun pelarian pelaku bisa diamankan oleh Security Puskesmas Terminal.
Pihak Puskesmas Terminal selanjutnya menghubungi Babinsa Sungai Lulut dan Babinsa Bhabinkamtibmas, saat dilaksanakan instrogasi awal terhadap pelaku, ia memang mengakui sebagai joki vaksin dan mendapat imbalan sebesar Rp200 ribu. (Yul/KPO-1)















