Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Siswanya Positif Corona, Satu SMP Hentikan PTM

×

Siswanya Positif Corona, Satu SMP Hentikan PTM

Sebarkan artikel ini
IMG 20220130 WA0050 scaled
Ilustrasi - Siswa SMP Negeri 4 Banjarmasin duduk di halaman menunggu giliran masuk kelas agar tidak terjadi kerumunan (KP/Zakiri)

Banjarmasin, KP – Meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin rupanya juga berdampak pada aktivitas belajar-mengajar siswa di sekolah.

Jika beracuan dengan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, per 28 Januari 2022 kemarin sedikitnya terdapat 52 kasus warga yang terkonfirmasi positif terpapar virus Corona.

Kalimantan Post

Dengan rincian lima orang menjalani isolasi di rumah sakit dan 47 orang menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Diantara puluhan warga yang terdata dalam kasus aktif tersebut rupanya salah satu diantaranya adalah siswa yang saat ini masih mengenyam pendidikan di bangku SMP.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto membenarkan bahwa memang ada salah satu siswa SMP yang terpapar Covid-19.

“Dan kita sudah instruksikan kepada pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin agar melakukan tracking untuk temuan kasus Covid-19 ini,” ucapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Minggu (30/1) siang.

Menurutnya, jika ada siswa atau warga sekolah terpapar virus yang menginfeksi jaringan pernafasan manusia ini,, maka aktivitas belajar-mengajar yang saat ini dijalankan secara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan dihentikan untuk sementara waktu.

“Sesuai surat edaran. Kalau ada yang terpapar maka terpaksa PTM akan dihentikan dan diganti dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) selama 14 hari kedepan,” ungkapnya.

Disamping itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina SMP, Disdik Kota Banjarmasin, Syaifuddin Zuhri menambahkan, hanya satu sekolah saja yang PTMnya dihentikan gara-gara temuan kasus Covid-19.

“Hanya SMP Negeri 1 saja yang di PJJ kan,” bebernya.

“Kebetulan siswa ini ke rumah sakit menjalani pemeriksaan dan hasilnya positif. Jadi dari rumah sakit memberitahu ke kami kalau ada siswa SMP 1 Kelas VII yang positif,” tambahnya.

Baca Juga :  Gelar Senja Perdana 2026, Pramuka Banjarmasin Timur Turunkan Bendera di Balai Kota

Karena itu, ia menekankan pihaknya terpaksa meminta pihak sekolah yang bersangkutan untuk mengubah pola belajar yang awalnya PTM penuh di sekolah dengan PJJ selama 14 hari kedepan.

“Sudah kami edarkan ke kepala sekolah untuk menghentikan PTM selama satu minggu dulu. Terhitung mulai Senin 31 Desember sampai Minggu 6 Februari,” ujarnya.

Kendati demikian, ia tidak memberi jaminan kalau setelah seminggu PJJ, sekolah tersebut akan kembali melaksanakan PTM seperti biasa.

“Kita lihat lagi perkembangannya, kalau tidak memungkinkan maka kita tambah lagi satu minggu,” tukasnya.

Mantan Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Banjarmasin itu mengaku bahwa pihaknya juga sudah mengkoordinasikan kondisi tersebut kepada pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarmasin.

“Kita juga sudah minta izin ke DPRD untuk mengganti PTM di SMP tersebut dengan PJJ sementara waktu ini selama satu minggu,” pungkas Zuhri. (Kin/KPO-1)

Iklan
Iklan