Tanah Laut hamper saja sandingkan gelar juara Piala Soeratin Zona Kalsel U15 dan U17 tahun. Namun saying tim U17 kalah adu penalty dari Kotabaru FC
Banjarmasin, KP – Tim sepakbola Tanah Laut, hampir saja menyandingkan gelar juara Piala Soeratin U17 dan U15 tahun 2022 Zona Kalsel. Setelah sebelumnyha SSB UPP Kintap merebut gelar juara Piala Soeratin U15. Kemudian Rabu petang (26/1/2022) kemarin Persetala U17 tampil di final, namun harus menerima nasib kalah adu penalty 0-3 dari Kotabaru FC.
Ketua umum Persetala Tanah Laut, HM Sukamta tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Meski hanya bisa meraih predikat Runner-up, namun dirinya menilai para pemain sudah menunjukan perjuangan keras sejak babak penyisihan.
“Saya tetap bangga. Anak-anak sudah menunjukkan permainan maksimal. Kalah menang itu kan hal biasa, apalagi kalau harus adu penalty, itu merupakan factor nasib,” kata Sukamta, Bupati yang hobby berat sepakbola dan bola voli ini.
Laga final tersebut juga disaksikan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Hermansyah. Dirinya mengaku sangat bangga melihat penampilan pemain-pemain sepakbola muda banua di Pialasoeratin U-17 Zona Kalsel tersebut.
“Anak-anak muda kita punya talenta. Tentu ini membawa harapan besar, mereka akan membawa harum nama Kalsel di masa depan. Ini akan menjadi acuan kita, bagaimana membina potensi bibit-bibit pesepakbola yang handal dari Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Kotabaru FC U-17 berhasil menyegel gelar juara Piala Suratin U-17 Zona Kalsel, usai mengalahkan Persetala Tanah Laut U-17 melalui drama adu penalti, pada laga final yang digelar di Lapangan Kayutangi Banjarmasin, Rabu (26/1) sore.
Kedua tim harus mengakhiri laga dengan adu penalti, setelah dalam waktu normal 2×30 menit plus babak tambahan 2×10 menit tidak ada gol yang berhasil tercipta.
Tampil dengan kekuatan terbaik, kedua tim bermain hati-hati sejak peluit sepakmula dibunyikan. Meski sejumlah peluang silih berganti dilancarkan, namun babak pertama terkesan monoton.
Keadaan berbeda di babak kedua. Persetala langsung tancap gas diawal interval ini. Setidaknya ada dua peluang emas yang mereka ciptakan saat interval kedua belum genap 5 menit. Beruntung, kesigapan penjaga gawang Kotabaru FC mampu meredam tekanan tersebut.
Serangan Persetala kian menggila setelahnya. Satu tendangan membentur mistar, sebuah heading berpotensi gol, dan tendangan-tendangan jarak jauh mewarnai alur tekanan mereka.
Sebaliknya, Kotabaru FC tidak tinggal diam. Meski sang lawan lebih mendominasi, Kotabaru FC mampu merepotkan pertahanan Persetala dengan sesekali melancarkan serangan balik.
Tidak ada gol tercipta di waktu normal, sehingga dilanjutkan ke perpanjangan waktu 2×10 menit.
Jalannya pertandingan di babak Extra-time berlangsung sengit, kedua tim saling jual beli serangan namun tidak ada gol yang tercipta sepanjang paruh pertama.
Begitu pula di babak kedua, peluang-peluang yang diciptakan kedua tim masih belum mampu membuahkan gol. Skor kacamata bertahan, sehingga pemenang harus ditentukan melalui skema adu penalti.
Di babak tos-tosan ini, Kotabaru FC lebih beruntung. Meski gagal dalam eksekusi pertama, namun tiga penendang selanjutnya sukses menjalankan tugas dengan baik. Sebaliknya, tidak satupun penendang Persetala yang berhasil menceploskan bola.
Alhasil, Kotabaru FC dinobatkan sebagai pemenang dan berhak mewakili Kalsel di ajang Piala Suratin U-17 tingkat Nasional.
Usai laga, pelatih Kotabaru FC U-17, Aprianto Windo Antoro mengaku bersyukur atas hasil yang mereka raih. Apri menyebut sudah mempersiapkan anak asuhnya jika seandainya laga harus berakhir dengan adu penalti.
“Kita sudah persiapkan simulasi adu penalti dalam latihan. Alhamdulillah anak-anak menunjukkan mentalitas yang sesuai dengan harapan kami,” ucapnya.
Selain itu, dirinya juga bersyukur lantaran target mereka sebenarnya hanya sampai semi-final. (nets/nfr/k-9)















